BENGKULU, RBMEDIA.ID -Dunia digital membuat banyak orang lebih mudah membangun pertemanan baru melalui media sosial atau aplikasi kencan daring.
Namun, kemudahan ini juga menghadirkan risiko, salah satunya love scamming.
Modus penipuan ini marak terjadi ketika pelaku berpura-pura menjalin hubungan romantis untuk mengambil keuntungan dari korbannya.
Oleh karena itu, setiap orang perlu memahami tips aman agar tidak terjebak dalam jebakan berbahaya ini.
Kenali Tanda-Tanda Mencurigakan
Langkah pertama yang harus dilakukan adalah mengenali tanda-tanda mencurigakan sejak awal.
Misalnya, lawan bicara yang terlalu cepat mengungkapkan perasaan atau meminta bantuan finansial.
BACA JUGA:Kang Solah x Nenek Gayung: Horor Komedi Absurd yang Siap Bikin Ngakak
Selain itu, penggunaan foto profil yang terlalu sempurna atau identitas yang tidak jelas juga patut dicurigai.
Dengan mengamati pola komunikasi, seseorang bisa menghindari risiko lebih dini.
Jangan Mudah Memberikan Informasi Pribadi
Kemudian, penting untuk menjaga kerahasiaan data pribadi.
Informasi seperti alamat rumah, nomor identitas, hingga detail rekening bank sebaiknya tidak dibagikan kepada orang yang baru dikenal secara daring.
Karena itu, pengguna harus membatasi percakapan agar tidak terlalu jauh menyangkut hal-hal sensitif.
Dengan begitu, ruang gerak pelaku love scamming akan semakin sempit.
Lakukan Verifikasi Identitas
Selain itu, verifikasi identitas menjadi langkah penting.
Pengguna bisa meminta untuk melakukan panggilan video atau bertemu langsung di tempat umum yang aman.
Jika lawan bicara terus menolak, besar kemungkinan ada sesuatu yang disembunyikan.
Melalui langkah ini, seseorang bisa memastikan apakah orang yang ditemui di dunia maya benar-benar nyata atau hanya sosok fiktif.
Waspadai Permintaan Uang
Tips berikutnya adalah menolak dengan tegas setiap permintaan uang.
Modus utama love scamming biasanya bermuara pada permintaan bantuan finansial dengan berbagai alasan dramatis.
BACA JUGA:Demon Slayer Infinity Castle Raup Rp3 Triliun, Jadi Film Terlaris Ketiga di Jepang
Oleh karena itu, pengguna harus menanamkan prinsip untuk tidak pernah mengirimkan uang kepada orang asing, meskipun hubungan tampak akrab.
Diskusikan dengan Orang Terdekat
Selain itu, berdiskusi dengan orang terdekat dapat membantu memberi perspektif baru.
Terkadang, korban terjebak karena terlalu larut dalam perasaan sehingga tidak mampu berpikir jernih.
Dengan meminta pendapat dari keluarga atau sahabat, seseorang bisa lebih mudah menilai apakah hubungan daring yang dijalani sehat atau justru berisiko.
Laporkan Jika Terjadi Penipuan
Langkah terakhir adalah berani melapor jika menjadi korban.
Saat ini, pihak berwenang maupun platform digital telah menyediakan saluran untuk menerima laporan terkait penipuan daring.
Dengan melaporkan kasus tersebut, korban tidak hanya melindungi dirinya, tetapi juga membantu mencegah orang lain menjadi target berikutnya.
Pada akhirnya, berkenalan secara daring memang memberikan kesempatan untuk memperluas lingkaran sosial.
Namun, kewaspadaan tetap harus diutamakan.
Dengan mengenali tanda-tanda mencurigakan, menjaga privasi, hingga menolak permintaan uang, setiap orang bisa menikmati interaksi daring dengan lebih aman dan nyaman tanpa takut menjadi korban love scamming.








