JAKARTA, RBMEDIA.ID – Kabar mengenai pergantian Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) ramai menjadi perbincangan publik sejak Jumat (12/9).
Namun, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi yang juga juru bicara Presiden RI, menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto tidak mengirimkan surat presiden (surpres) ke DPR RI terkait isu tersebut.
Bantahan dari Istana dan DPR
Prasetyo Hadi secara jelas membantah rumor tersebut. Ia menekankan bahwa informasi mengenai adanya surpres pergantian Kapolri tidak benar.
BACA JUGA : Song Joong Ki, Temukan Makna Hidup Sejati Setelah Berkeluarga
“Berkenaan dengan surpres pergantian Kapolri ke DPR itu tidak benar. Jadi, belum ada surpres yang dikirim ke DPR mengenai pergantian Kapolri, sebagaimana juga sudah disampaikan oleh pimpinan DPR bahwa memang belum ada, atau tidak ada surpres tersebut,” ujar Prasetyo, dilansir Antaranews.com.
Pernyataan ini sejalan dengan keterangan Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad.
Ia juga memastikan bahwa lembaga legislatif belum menerima surat apa pun dari Presiden.
“Pimpinan DPR sampai hari ini belum terima surpres mengenai pergantian Kapolri,” tegas Dasco saat dikonfirmasi di Jakarta.
Isu yang sempat mencuat menyebutkan bahwa Presiden Prabowo mengajukan dua nama calon pengganti Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo dengan inisial “D” dan “S”.
Spekulasi warganet pun berkembang, mengaitkan kedua inisial tersebut dengan Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo dan Kabareskrim Komjen Pol. Syahardiantono.
Namun, bantahan dari Mensesneg dan pimpinan DPR menutup ruang kebenaran kabar tersebut.
Agenda Presiden di Bali
Di tengah merebaknya rumor tersebut, Presiden Prabowo menjalani agenda kenegaraan di Bali pada Sabtu (13/9).
Setelah menyelesaikan kunjungan kerja di Doha, Qatar, dan Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, Presiden tiba di Pangkalan Udara TNI AU (Lanud) I Gusti Ngurah Rai, Kabupaten Badung.
Kedatangan Presiden disambut oleh sejumlah pejabat, antara lain Gubernur Bali I Wayan Koster, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto, serta Kapolda Bali Irjen Pol. Daniel Adityajaya.
BACA JUGA : Gol Menit Akhir Adzic Antar Juventus Tundukkan Inter Milan dalam Drama 7 Gol
Namun, yang menarik perhatian adalah tidak hadirnya Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo dalam penyambutan tersebut.
Biasanya, kapolri mendampingi panglima TNI saat Presiden tiba atau berangkat. Kondisi ini memicu spekulasi tambahan di kalangan publik.
Menunggu Kepastian
Meski demikian, pernyataan resmi dari Mensesneg dan DPR menegaskan bahwa isu pergantian Kapolri masih sebatas rumor.
Hingga kini, tidak ada dokumen resmi yang masuk ke DPR.
Dengan demikian, posisi Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri tetap berlaku.
Situasi ini menunjukkan pentingnya verifikasi informasi sebelum mempercayai atau menyebarkan kabar yang belum terbukti kebenarannya.
Pemerintah menegaskan komitmennya untuk menjaga transparansi, terutama dalam isu penting terkait kepemimpinan lembaga negara.
“Jadi publik tidak perlu berspekulasi terlalu jauh, karena Presiden Prabowo belum mengirimkan surpres apa pun soal pergantian Kapolri,” tutup Prasetyo.








