BENGKULU, RBMEDIA.ID – Kenaikan harga di Provinsi Bengkulu pada Juni 2026 tidak hanya terjadi pada kebutuhan pokok.
Data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan biaya rekreasi, perlengkapan anak, hingga pendidikan ikut memberi tekanan terhadap inflasi daerah.
Perkembangan tersebut tercantum dalam rilis Perkembangan Indeks Harga Konsumen Provinsi Bengkulu Juni 2026 yang dipublikasikan pada 1 Juli 2026.
Kelompok Rekreasi, Olahraga, dan Budaya mengalami inflasi tahunan atau year-on-year (y-on-y) sebesar 2,30 persen.
Indeks harga kelompok ini naik dari 104,82 pada Juni 2025 menjadi 107,23 pada Juni 2026.
Dari empat subkelompok, dua mengalami kenaikan harga.
Satu subkelompok mengalami penurunan, sementara satu lainnya stabil.
Subkelompok barang rekreasi lainnya dan olahraga mencatat inflasi 4,82 persen.
Kemudian, subkelompok layanan kebudayaan naik 5,23 persen.
Sebaliknya, subkelompok koran, buku, dan perlengkapan sekolah mengalami deflasi tipis 0,09 persen.
Adapun layanan rekreasi dan olahraga tidak mengalami perubahan harga.
Mainan Anak Jadi Pemicu Utama
Kelompok rekreasi memberikan andil inflasi tahunan sebesar 0,04 persen.
Komoditas yang paling dominan ialah mainan anak dan makanan hewan peliharaan.
Keduanya masing-masing menyumbang inflasi sebesar 0,02 persen.
Pada inflasi bulanan atau month-to-month (m-to-m), kelompok ini menyumbang inflasi sebesar 0,03 persen.
Mainan anak kembali menjadi penyumbang terbesar dengan andil 0,02 persen.
Sementara makanan hewan peliharaan memberi tambahan inflasi 0,01 persen.
“Perubahan pola konsumsi masyarakat membuat barang rekreasi dan kebutuhan anak ikut memengaruhi laju inflasi Bengkulu.”
Biaya Pendidikan Ikut Naik
Kelompok Pendidikan juga mencatat inflasi tahunan sebesar 1,29 persen.
Indeks harga naik dari 93,67 menjadi 94,88 dibandingkan Juni tahun lalu.
Seluruh subkelompok pendidikan mengalami kenaikan harga.
Subkelompok pendidikan dasar dan anak usia dini mencatat kenaikan tertinggi sebesar 3,16 persen.
Kemudian, pendidikan menengah naik 0,93 persen.
Selanjutnya, pendidikan lainnya meningkat 1,26 persen.
Sementara pendidikan tinggi mengalami kenaikan tipis 0,03 persen.
Kelompok pendidikan memberikan andil inflasi tahunan sebesar 0,06 persen.
Komoditas yang paling dominan ialah biaya sekolah dasar dengan andil 0,03 persen.
Selain itu, bimbingan belajar, biaya sekolah menengah pertama, dan PAUD masing-masing menyumbang 0,01 persen.
Pada inflasi bulanan, kelompok pendidikan tidak memberikan pengaruh yang signifikan.
Data BPS menunjukkan inflasi Bengkulu kini dipengaruhi berbagai sektor.
Selain pangan dan transportasi, biaya rekreasi, kebutuhan anak, serta pendidikan mulai ikut membentuk pergerakan harga di daerah.








