BENGKULU, RBMEDIA.ID – Inflasi Provinsi Bengkulu pada Juni 2026 tidak hanya dipengaruhi kebutuhan pangan.
Data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan perlengkapan rumah tangga dan perangkat komunikasi juga mulai memberi tekanan terhadap kenaikan harga.
Perkembangan tersebut tertuang dalam rilis Perkembangan Indeks Harga Konsumen Provinsi Bengkulu Juni 2026 yang dipublikasikan pada 1 Juli 2026.
Kelompok Perlengkapan, Peralatan, dan Pemeliharaan Rutin Rumah Tangga mencatat inflasi tahunan atau year-on-year (y-on-y) sebesar 1,80 persen.
Indeks harga kelompok ini naik dari 103,39 pada Juni 2025 menjadi 105,25 pada Juni 2026.
Dari enam subkelompok, lima mengalami kenaikan harga.
Hanya satu subkelompok yang mengalami penurunan.
Subkelompok dengan kenaikan tertinggi ialah barang pecah belah dan peralatan makan minum sebesar 5,59 persen.
Selanjutnya, subkelompok furnitur, perlengkapan, dan karpet mengalami inflasi sebesar 4,96 persen.
Kemudian, peralatan dan perlengkapan perumahan serta kebun naik 2,14 persen.
Selain itu, peralatan rumah tangga meningkat 1,49 persen.
Tekstil rumah tangga juga naik 1,08 persen.
Sementara itu, subkelompok barang dan layanan pemeliharaan rumah tangga rutin mengalami deflasi tipis sebesar 0,13 persen.
Kursi Menjadi Penyumbang Utama
Kelompok perlengkapan rumah tangga memberikan andil inflasi tahunan sebesar 0,07 persen.
Komoditas yang paling besar mendorong kenaikan harga ialah kursi dengan andil 0,03 persen.
Selain itu, stoples dan kasur masing-masing memberikan tambahan inflasi sebesar 0,01 persen.
Pada inflasi bulanan atau month-to-month (m-to-m), kelompok ini menyumbang inflasi sebesar 0,04 persen.
Kenaikan tersebut kembali dipicu oleh harga kursi dan stoples yang sama-sama memberikan andil 0,01 persen.
“Perubahan pola inflasi menunjukkan bahwa kebutuhan rumah tangga kini ikut memberi tekanan terhadap pergerakan harga di Bengkulu.”
Telepon Seluler Ikut Dorong Inflasi
Kelompok Informasi, Komunikasi, dan Jasa Keuangan juga mencatat inflasi tahunan sebesar 0,93 persen.
Indeks harga meningkat dari 99,74 menjadi 100,67 dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Dari tiga subkelompok, dua mengalami kenaikan harga.
Subkelompok peralatan informasi dan komunikasi mencatat inflasi tertinggi sebesar 4,74 persen.
Kemudian, subkelompok jasa keuangan mengalami inflasi sebesar 0,49 persen.
Sementara itu, layanan informasi dan komunikasi tidak mengalami perubahan harga.
Kelompok ini memberikan andil inflasi tahunan sebesar 0,05 persen.
Komoditas yang paling dominan ialah telepon seluler dengan kontribusi 0,04 persen.
Selanjutnya, laptop atau notebook memberikan tambahan inflasi sebesar 0,01 persen.
Pada inflasi bulanan, kelompok ini menyumbang inflasi sebesar 0,01 persen.
Kenaikan tersebut terutama dipengaruhi oleh meningkatnya harga telepon seluler.
Data BPS menunjukkan tekanan inflasi Bengkulu semakin beragam.
Selain kebutuhan pokok, barang rumah tangga dan perangkat komunikasi kini ikut memengaruhi kenaikan Indeks Harga Konsumen di Provinsi Bengkulu.








