BENGKULU, RBMEDIA.ID – Kenaikan harga makanan di restoran dan melonjaknya harga emas perhiasan masih menjadi pendorong utama inflasi Bengkulu pada Juni 2026.
Data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu menunjukkan dua kelompok pengeluaran tersebut memberi kontribusi besar terhadap laju inflasi tahunan.
Kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran mencatat inflasi 3,54 persen secara tahunan atau year on year (y-on-y).
Sementara itu, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mengalami inflasi paling tinggi, yakni 8,01 persen.
Kondisi ini memperlihatkan bahwa biaya konsumsi masyarakat, terutama untuk makan di luar rumah dan kebutuhan perawatan pribadi, masih mengalami tekanan.
“Harga makanan siap saji dan emas perhiasan menjadi komoditas yang paling berpengaruh terhadap inflasi Bengkulu pada Juni 2026.”
Harga Makanan Restoran Terus Naik
BPS mencatat indeks kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran naik dari 106,82 pada Juni 2025 menjadi 110,60 pada Juni 2026.
Kelompok ini menyumbang inflasi tahunan sebesar 0,35 persen.
Angka tersebut menjadi salah satu penyumbang terbesar dalam pembentukan inflasi Bengkulu.
Beberapa menu yang memberikan andil terbesar antara lain bakso siap santap dan sate.
Keduanya menyumbang inflasi masing-masing sebesar 0,05 persen.
Selain itu, nasi dengan lauk dan mi memberikan kontribusi 0,04 persen.
Ketupat atau lontong sayur menyumbang 0,03 persen.
Kemudian, soto, sayur olahan, gulai, dan ayam bakar masing-masing memberi andil 0,02 persen.
Sementara itu, siomay, ayam goreng, tekwan atau model, pempek, dan sop juga ikut memberikan kontribusi terhadap kenaikan harga.
Secara bulanan atau month to month (m-to-m), kelompok restoran menyumbang inflasi sebesar 0,06 persen.
Kenaikan terbesar berasal dari ketupat atau lontong sayur.
Selanjutnya disusul soto, siomay, tekwan atau model, dan pempek.
Emas Perhiasan Jadi Penyumbang Terbesar
Di sisi lain, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mengalami inflasi tahunan paling tinggi dibanding kelompok pengeluaran lainnya.
Inflasi kelompok ini mencapai 8,01 persen.
Indeks harga naik dari 114,54 menjadi 123,71.
Seluruh subkelompok mengalami kenaikan.
Perawatan pribadi naik 1,36 persen.
Perawatan pribadi lainnya meningkat 20,44 persen.
Sementara jasa lainnya melonjak 18,67 persen.
Kelompok ini memberikan andil inflasi tahunan sebesar 0,45 persen.
Komoditas yang paling besar memengaruhi kenaikan harga adalah emas perhiasan.
Komoditas tersebut sendiri memberikan andil sebesar 0,40 persen terhadap inflasi tahunan Bengkulu.
Selain emas, tarif gunting rambut pria, sabun mandi cair, biaya print, sampo, sabun mandi, dan lipstik juga ikut mendorong inflasi meski dengan kontribusi lebih kecil.
Ada Sejumlah Komoditas yang Mengalami Penurunan
Meski inflasi masih terjadi, beberapa komoditas justru mencatat penurunan harga.
Popok bayi sekali pakai, krim wajah, dan pembalut wanita menjadi komoditas yang memberikan andil deflasi secara tahunan.
Pada pergerakan bulanan, kelompok ini tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap inflasi keseluruhan.
Namun, emas perhiasan tetap menjadi komoditas yang masih memberi dorongan kenaikan harga.
Sebaliknya, sampo, krim wajah, dan pembalut wanita mengalami penurunan harga.
Data BPS menunjukkan dinamika harga di Bengkulu masih didominasi oleh sektor konsumsi rumah tangga.
Karena itu, perkembangan harga makanan siap saji serta emas perhiasan akan tetap menjadi indikator penting untuk memantau inflasi Bengkulu pada bulan-bulan berikutnya.








