BENGKULU UTARA, RBMEDIA.ID – Kasus yang menyeret nama seorang oknum kepala desa di Kecamatan Napal Putih, Kabupaten Bengkulu Utara, kini memasuki babak baru.
Setelah menjadi perbincangan luas di tengah masyarakat dalam beberapa hari terakhir, dugaan tindak pidana yang melibatkan seorang siswi sekolah menengah kejuruan (SMK) tersebut resmi dilaporkan ke pihak kepolisian.
Laporan itu menjadi dasar bagi aparat penegak hukum untuk mulai melakukan serangkaian langkah penyelidikan guna mengungkap fakta yang sebenarnya.
BACA JUGA : Rahasia Baju Tetap Awet dan Terlihat Baru, Ternyata Semudah Ini
Hingga saat ini, kasus tersebut masih dalam tahap pendalaman dan belum ada kesimpulan resmi terkait dugaan yang berkembang di tengah masyarakat.
Informasi mengenai laporan tersebut dibenarkan oleh Polres Bengkulu Utara.
Pihak kepolisian memastikan telah menerima laporan dari pihak yang mengaku sebagai korban dan saat ini tengah melakukan proses sesuai prosedur hukum yang berlaku.
Polisi Benarkan Laporan Sudah Diterima
Kapolres Bengkulu Utara AKBP Bakti Kautsar Ali melalui Kasat Reskrim AKP Alvan Dellano membenarkan bahwa laporan terkait dugaan perkara tersebut telah masuk dan sedang ditindaklanjuti.
“Sudah ada, baru kemarin diterima laporannya,” ujar AKP Alvan Dellano dikutip dari Harianbengkuluekspress.id.
Meski demikian, polisi belum mengungkap secara rinci isi laporan maupun langkah-langkah penyelidikan yang sedang dilakukan.
Aparat memilih fokus pada pengumpulan informasi dan keterangan guna memastikan seluruh proses berjalan objektif.
Kasus ini mencuat setelah beredar informasi mengenai dugaan kedekatan antara oknum kepala desa berinisial MNW dengan seorang siswi SMK di wilayah Kecamatan Napal Putih.
Dugaan tersebut kemudian memicu perhatian masyarakat dan menjadi perbincangan di berbagai kalangan.
Menurut informasi yang beredar, peristiwa tersebut diduga terjadi pada awal Juni 2026.
Namun demikian, seluruh dugaan yang berkembang masih menunggu hasil penyelidikan resmi dari pihak kepolisian.
Dugaan Sempat Diselesaikan Secara Kekeluargaan
Sebelumnya, saat dimintai keterangan oleh sejumlah media, oknum kepala desa yang bersangkutan tidak membantah adanya persoalan yang menyeret namanya.
BACA JUGA: Mau Tetap Stylish di Kantor? Coba Inspirasi Outfit Kerja yang Satu Ini
Ia mengaku telah melakukan komunikasi dengan pihak keluarga dan menyatakan siap bertanggung jawab atas persoalan yang berkembang.
Di sisi lain, salah seorang kerabat keluarga siswi menyebutkan bahwa permasalahan tersebut sebenarnya telah berlangsung beberapa hari sebelum akhirnya mencuat ke publik.
Bahkan, kedua belah pihak disebut sempat mencoba menyelesaikan persoalan tersebut melalui jalur kekeluargaan.
Namun, seiring berjalannya waktu, perkara tersebut akhirnya dilaporkan kepada aparat kepolisian untuk diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
“Kami akan melakukan proses sesuai prosedur yang berlaku,” tegas pihak kepolisian.
Polres Bengkulu Utara juga mengimbau masyarakat agar tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi serta menghindari spekulasi yang dapat mengganggu proses penyelidikan.
Masyarakat diminta memberikan ruang kepada penyidik untuk bekerja secara profesional hingga seluruh fakta terungkap.
Kasus ini dipastikan masih akan terus berkembang seiring proses pemeriksaan dan pendalaman yang dilakukan aparat penegak hukum.
Hasil penyelidikan nantinya akan menjadi dasar untuk menentukan langkah hukum selanjutnya dalam perkara yang menyita perhatian publik tersebut.








