RBMEDIA.ID, SUMBAR – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan Gunung Marapi yang terletak di wilayah Kabupaten Agam dan Tanah Datar, Sumatera Barat, masih berstatus Level II atau Waspada setelah mengalami erupsi pada Selasa (14/10) pagi.
Meski kondisi di sekitar wilayah terdampak mulai kondusif, masyarakat diminta tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya lanjutan.
Aktivitas Gunung Masih Terpantau Aktif
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan bahwa aktivitas erupsi terekam jelas melalui seismogram milik Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
Catatan menunjukkan amplitudo maksimum mencapai 30,4 milimeter dengan durasi erupsi sekitar 1 menit 11 detik.
“Kolom abu tidak terlihat secara visual karena tertutup kabut. Namun, laporan dari Pos Pengamatan Gunungapi Marapi menunjukkan abu vulkanik mengarah ke timur laut dan sempat jatuh di wilayah Batu Palano, Kabupaten Agam,” ungkap Abdul Muhari, dikutip dari Antaranews.com.
Berdasarkan pemantauan tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam, kondisi di Batu Palano pada pukul 08.45 WIB sudah kembali kondusif, meskipun sisa abu vulkanik masih menutupi sebagian jalan dan permukiman warga.
Tim BPBD telah melakukan penyisiran dan pembersihan ringan di area terdampak sambil memberikan imbauan kepada masyarakat agar tetap berhati-hati.
“Warga diminta tetap berada di dalam rumah jika tidak ada keperluan mendesak dan selalu menggunakan masker saat keluar rumah,” ujar pihak BNPB melalui keterangan tertulis.
Warga Diminta Hindari Radius 3 Kilometer dari Kawah
BNPB menjelaskan bahwa status Level II atau Waspada menandakan adanya peningkatan aktivitas vulkanik di atas kondisi normal.
Hal ini terlihat dari intensitas getaran seismik dan potensi gangguan magmatik maupun hidrotermal yang terpantau meningkat dalam beberapa hari terakhir.
BACA JUGA :Keluarga Diplomat Muda Arya Daru Batal Tinjau TKP, Polda Metro Siapkan Pemaparan Lengkap
Meskipun belum ada indikasi akan terjadi erupsi besar, masyarakat tetap diminta untuk tidak memasuki zona berbahaya dalam radius tiga kilometer dari Kawah Verbeek, yang menjadi pusat aktivitas vulkanik Marapi.
Selain itu, masyarakat di sekitar lereng gunung serta di sepanjang lembah dan aliran sungai yang berhulu di puncak Marapi juga diminta waspada terhadap kemungkinan banjir lahar dingin atau galodo, terutama jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi.
Pemerintah daerah seperti Kota Bukittinggi, Kota Padang Panjang, Kabupaten Tanah Datar, dan Kabupaten Agam diminta untuk terus berkoordinasi dengan Badan Geologi dan BNPB.
Langkah ini dilakukan untuk memperkuat sistem peringatan dini serta memastikan kesiapsiagaan masyarakat di wilayah sekitar gunung tetap optimal.
BNPB juga menegaskan pentingnya masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, serta selalu mengikuti perkembangan resmi dari PVMBG dan pemerintah daerah agar penanganan bencana bisa berjalan efektif.
Dengan langkah mitigasi yang tepat, diharapkan aktivitas vulkanik Gunung Marapi dapat terus terpantau dengan baik tanpa menimbulkan dampak serius bagi masyarakat di sekitarnya.








