SUMATERA BARAT, RBMEDIA.ID – Aktivitas vulkanik Gunung Marapi di Sumatera Barat kembali meningkat.
Pos Gunung Api (PGA) melaporkan erupsi terjadi pada Senin (1/9) pukul 09.06 WIB dengan semburan abu vulkanik mencapai 1.000 meter di atas puncak.
“Telah terjadi erupsi Gunung Marapi pukul 09.06 WIB dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 1.000 meter di atas puncak,” jelas petugas PGA Ahmad Rifandi di Padang, dikutip dari Antaranews.com.
Kondisi Erupsi dan Status Gunung
Dari laporan PGA, kolom abu berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah timur.
Erupsi itu terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 30,4 milimeter serta durasi sekitar 51 detik.
Hingga kini, status Gunung Marapi masih berada pada Level II atau Waspada.
BACA JUGA : Kolaborasi Rosé Blackpink dan Bruno Mars, ‘APT’ Sabet Lagu Tahun Ini di MTV VMA 2025
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menegaskan agar masyarakat, wisatawan, maupun pendaki tidak melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah utama.
Hal ini bertujuan meminimalisir risiko apabila erupsi kembali terjadi.
“Larangan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah Verbeek harus benar-benar dipatuhi,” imbau PVMBG.
Ancaman Lahar Dingin dan Hujan Abu
Selain erupsi, ancaman lain yang perlu diwaspadai adalah lahar dingin.
PVMBG mengingatkan masyarakat yang tinggal di sekitar aliran sungai berhulu dari Gunung Marapi untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan deras melanda.
Potensi lahar dingin muncul akibat tumpukan material vulkanik dari erupsi yang terbawa air hujan.
Jika aliran deras terjadi, banjir lahar dingin bisa melanda permukiman dan infrastruktur.
Situasi ini pernah terbukti mematikan, seperti banjir lahar dingin pada 11 Mei 2024 yang merenggut puluhan korban jiwa.
PVMBG juga mengingatkan dampak hujan abu. Warga diimbau menggunakan masker penutup hidung dan mulut untuk mencegah gangguan pernapasan.
Selain itu, abu vulkanik dapat merusak tanaman dan mencemari sumber air.
“Apabila terjadi hujan abu, masyarakat sebaiknya segera melindungi diri dengan masker dan kacamata. Hewan ternak juga harus dijaga dari paparan abu,” tambah PVMBG.
BACA JUGA : Heboh Kasus Keracunan! Pemkab Lebong Tetap Gaspol Lanjutkan Program MBG
Langkah Mitigasi yang Ditekankan
Upaya mitigasi terus dilakukan oleh PGA dan PVMBG melalui pemantauan aktivitas seismik dan visual.
Masyarakat diminta tetap tenang, namun siaga.
Informasi resmi hanya boleh dirujuk dari instansi berwenang untuk menghindari penyebaran hoaks yang dapat menimbulkan kepanikan.
Selain itu, pemerintah daerah bersama aparat terkait diimbau memperkuat koordinasi.
Persiapan jalur evakuasi, posko darurat, dan logistik harus disiapkan sejak dini agar lebih responsif jika kondisi memburuk.
Gunung Marapi merupakan salah satu gunung api aktif di Sumatera Barat yang terletak di perbatasan Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar.
Aktivitas vulkaniknya kerap menjadi perhatian karena berada dekat dengan permukiman padat.
Dengan meningkatnya aktivitas vulkanik kali ini, kewaspadaan tinggi mutlak diperlukan.
Masyarakat di sekitar lereng diharapkan tetap mengikuti arahan pihak berwenang dan tidak melakukan aktivitas berisiko di sekitar gunung.








