RBMEDIA.ID – Suasana tenang di Desa Taba Tebelet Kecamatan Kepahiang Kabupaten Kepahiang, mendadak gempar pada Senin 6 Oktober 2025 pagi.
Sekitar pukul 05.30 WIB, warga dikejutkan dengan penemuan seorang bayi perempuan yang terbungkus rapi di dalam sebuah kardus di depan rumah salah satu warga.
Bayi mungil tersebut ditemukan dalam kondisi hidup, dibalut kain warna putih, memakai topi ungu, dan diselimuti kain merah.
Tangis lirih dari dalam kardus membuat pemilik rumah curiga hingga akhirnya memeriksa sumber suara tersebut.
Begitu kardus dibuka, warga terperanjat melihat bayi yang masih merah tergeletak tanpa pengasuhan.
Dalam sekejap, kabar penemuan bayi ini menyebar cepat dari mulut ke mulut dan mengundang kerumunan warga yang tak percaya dengan peristiwa memilukan itu.
Tak lama berselang, pihak Polisi Sektor Kepahiang tiba di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan segera mengevakuasi bayi malang tersebut ke RSUD Kepahiang untuk mendapatkan perawatan medis.
Menurut Direktur RSUD Kepahiang, dr. Febi Nursanda, kondisi bayi dalam keadaan baik dan sehat setelah mendapatkan pemeriksaan intensif oleh tim medis.
“Kondisi bayi Alhamdulillah dalam keadaan sehat. Sekarang, bayinya sudah dalam pengawasan tim medis RSUD Kepahiang,” ujar dr. Febi Nursanda dikutip KORANRB.ID.
Diketahui, bayi berjenis kelamin perempuan itu memiliki berat 2.600 gram dan panjang 46 sentimeter.
Meski ditemukan dalam kondisi yang cukup aman, pihak rumah sakit tetap memberikan pengawasan ketat untuk memastikan tidak ada masalah kesehatan pasca penelantaran.
Sementara itu, aparat kepolisian masih menelusuri siapa orang tua yang tega membuang darah dagingnya sendiri.
Dugaan sementara, bayi tersebut dibuang tak lama setelah dilahirkan, mengingat kondisi tubuhnya yang masih sangat lemah.








