BENGKULU, RBMEDIA.ID – Sunscreen atau tabir surya kini menjadi salah satu produk perawatan kulit yang wajib digunakan setiap hari.
Namun, masih banyak orang yang salah paham tentang cara penggunaannya.
Sebagian percaya bahwa sunscreen hanya perlu dipakai saat beraktivitas di luar ruangan atau ketika cuaca sedang terik.
Padahal, sinar ultraviolet (UV) tetap dapat menembus jendela dan awan, sehingga perlindungan kulit tetap dibutuhkan meski berada di dalam ruangan.
Pentingnya Sunscreen Setiap Hari
Kulit manusia sangat rentan terhadap paparan sinar UV, terutama UVA dan UVB, yang dapat menyebabkan penuaan dini, flek hitam, bahkan risiko kanker kulit.
BACA JUGA :Bezzecchi Cetak Rekor Waktu Tercepat di Mandalika, Start Terdepan MotoGP Indonesia 2025
Menggunakan sunscreen setiap hari membantu melindungi lapisan kulit dari kerusakan akibat sinar tersebut.
Selain itu, sinar UVA bisa menembus kaca dan awan.
Artinya, meskipun seseorang tidak berada langsung di bawah terik matahari, efek buruk sinar UV tetap bisa dirasakan.
Oleh karena itu, penggunaan sunscreen sebaiknya menjadi bagian dari rutinitas harian, terutama pada pagi hingga sore hari ketika intensitas sinar matahari cukup tinggi.
Tidak hanya di wajah, area tubuh lain seperti leher, tangan, dan telinga juga perlu dilindungi.
Mengoleskan sunscreen dengan kandungan SPF minimal 30 dan PA+++ setiap 2 hingga 3 jam sekali sangat disarankan, terutama bagi yang banyak beraktivitas di luar ruangan.
Membedah Mitos tentang Sunscreen
Masih banyak mitos yang beredar tentang sunscreen.
Salah satunya adalah anggapan bahwa orang dengan kulit sawo matang atau gelap tidak memerlukan sunscreen.
Faktanya, semua jenis kulit berisiko mengalami kerusakan akibat sinar UV.
Warna kulit yang lebih gelap memang memiliki lebih banyak melanin, tetapi bukan berarti bebas dari risiko penuaan dini atau kanker kulit.
BACA JUGA :Rapper Sean “Diddy” Combs Dijatuhi Hukuman 4 Tahun Penjara atas Kasus Prostitusi
Mitos lain menyebutkan bahwa penggunaan sunscreen dapat menghambat produksi vitamin D.
Sebenarnya, tubuh tetap bisa memproduksi vitamin D meski menggunakan sunscreen karena tabir surya tidak sepenuhnya menghalangi sinar matahari.
Justru dengan perlindungan yang tepat, kulit bisa tetap sehat tanpa mengalami kerusakan akibat paparan sinar UV berlebihan.
Selain itu, banyak yang percaya bahwa sunscreen hanya perlu dipakai di pagi hari.
Padahal, efektivitas tabir surya akan berkurang setelah beberapa jam.
Karena itu, penting untuk mengaplikasikannya kembali setiap dua jam sekali agar perlindungan tetap maksimal.
Menjadikan Sunscreen Sebagai Kebiasaan
Membiasakan diri memakai sunscreen adalah langkah sederhana untuk menjaga kesehatan kulit jangka panjang.
Dengan perlindungan rutin, kulit akan tampak lebih cerah, lembap, dan terlindung dari efek negatif sinar matahari.
Untuk hasil terbaik, gunakan sunscreen terakhir setelah pelembap dan sebelum riasan wajah.
Pastikan juga memilih produk sesuai jenis kulit, baik itu kering, berminyak, maupun sensitif.
Dengan memahami fakta dan menyingkirkan mitos seputar sunscreen, masyarakat dapat lebih sadar akan pentingnya perlindungan kulit setiap hari.
Perlindungan bukan hanya soal kecantikan, tetapi juga langkah nyata menjaga kesehatan kulit agar tetap kuat dan awet muda di masa depan.








