BENGKULU, RBMEDIA.ID – Meta terus berupaya mengembalikan popularitas Facebook di tengah ketatnya persaingan media sosial global.
Tahun 2025 menjadi momentum penting bagi perusahaan induk ini untuk memperkuat posisi Facebook melalui peningkatan algoritma rekomendasi, terutama di fitur video pendek Reels.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar Meta untuk menyaingi dominasi TikTok yang kian populer di kalangan pengguna muda.
Pembaruan tersebut memungkinkan sistem mengenali minat pengguna lebih cepat dan menampilkan video yang lebih relevan serta segar setiap kali pengguna membuka aplikasi.
Algoritma Baru, Pengalaman Baru
Dalam pembaruan terbarunya, Meta berfokus pada penyempurnaan algoritma agar Facebook mampu menyajikan konten video yang lebih sesuai dengan kebiasaan pengguna.
BACA JUGA :20 Tahun Mengabdi, Penjaga Sekolah Tunarungu Ini Akhirnya Jadi PPPK
Kini, pengguna akan melihat hingga 50 persen lebih banyak Reels dari kreator yang baru saja mempublikasikan konten di hari yang sama.
Pendekatan ini diharapkan mampu menciptakan pengalaman yang lebih dinamis, sekaligus menjaga agar pengguna tidak ketinggalan tren terbaru.
Selain itu, Meta juga menambahkan fitur baru bernama friend bubble, sebuah ikon kecil di pojok kiri bawah video yang menampilkan siapa saja teman pengguna yang telah menyukai Reels tersebut.
Dengan fitur ini, pengguna bisa langsung membuka obrolan pribadi dengan temannya hanya dengan satu ketukan.
Meta menilai langkah ini sebagai upaya untuk mengembalikan interaksi sosial yang menjadi ciri khas Facebook sejak awal berdirinya.
Langkah Agresif Saingi TikTok
Pembaruan besar ini tidak hanya berfokus pada sisi teknis, tetapi juga strategi positioning.
Meta berambisi membuat Facebook tetap relevan di era dominasi video pendek yang kini digandrungi berbagai generasi.
Pada awal 2025, CEO Meta Mark Zuckerberg sempat menyatakan keinginannya untuk mengembalikan Facebook ke “akar aslinya” — tempat orang terhubung, berinteraksi, dan berbagi momen.
Karena itu, perusahaan mulai menekankan konten video sebagai pusat pengalaman pengguna.
BACA JUGA :Anti Boncos! 4 Strategi Hemat Belanja Bulanan yang Terbukti Efektif
Selain peningkatan algoritma, Meta juga mengumumkan kebijakan baru pada Juni 2025 yang menghapus batas durasi Reels dan menjadikan semua video di Facebook dalam format yang sama.
Dengan langkah ini, Meta berharap pengguna bisa lebih mudah membuat dan menikmati konten tanpa terikat oleh batasan waktu.
Hasil yang Mulai Terlihat
Perubahan besar ini menunjukkan hasil positif.
Menurut laporan internal Meta, waktu yang dihabiskan pengguna untuk menonton video di Facebook meningkat lebih dari 20 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Angka ini menunjukkan bahwa pendekatan baru Meta berhasil menarik minat pengguna lama.
Sekaligus menjangkau generasi muda yang sebelumnya lebih aktif di TikTok.
Keberhasilan Meta menghidupkan kembali Facebook melalui inovasi video.
Menjadi sinyal bahwa perusahaan masih memiliki daya saing kuat di dunia media sosial.
Dengan algoritma yang semakin cerdas, fitur interaktif yang lebih personal, dan tampilan konten yang segar, Facebook tampaknya siap kembali menjadi pemain utama dalam arena digital global.








