BENGKULU, RBMEDIA.ID – Ekonomi Bengkulu 2025 diprakirakan mampu tumbuh positif pada rentang 4,40–5,20% (yoy).
Proyeksi ini memberi sinyal optimisme bagi masyarakat.
Laporan Perekonomian Provinsi Bengkulu Agustus 2025 dari Bank Indonesia menyebut pertumbuhan ditopang konsumsi rumah tangga dan investasi.
Konsumsi dan Investasi Jadi Penopang
Konsumsi tetap kuat berkat tingginya mobilitas saat musim puncak, penyaluran bansos, serta insentif tarif listrik dan tiket pesawat.
BACA JUGA: Transaksi Digital Bengkulu Triwulan II 2025 Melejit
Selain itu, kenaikan harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit dan kopi ikut memperkuat daya beli masyarakat.
“Pertumbuhan ekonomi masih akan banyak ditopang sektor riil dan aktivitas konsumsi masyarakat,” tulis laporan BI tersebut.
Lapangan Usaha Pertanian dan Perdagangan Solid
Dari sisi lapangan usaha, pertanian, perdagangan, industri pengolahan, dan transportasi menjadi motor utama.
Namun, kinerja konstruksi dan administrasi pemerintahan diperkirakan hanya tumbuh terbatas.
Sementara itu, ekspor masih menunggu percepatan revitalisasi Pelabuhan Pulau Baai.
Inflasi Tetap Dalam Kendali
Inflasi Bengkulu 2025 diprakirakan meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
Meski begitu, inflasi masih dalam sasaran nasional 2,5±1%.
BACA JUGA: Kemiskinan Bengkulu Turun di Tengah TPT dan NTP Melemah
Peningkatan inflasi dipicu musim konsumsi paruh kedua tahun dan risiko pasokan hortikultura.
Namun, langkah Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) diyakini bisa menjaga stabilitas harga.
Optimisme Ekonomi Bengkulu
Dengan proyeksi pertumbuhan hingga 5,20% yoy, ekonomi Bengkulu 2025 menunjukkan ketahanan menghadapi tantangan global maupun domestik.
Kinerja sektor riil, konsumsi, dan dukungan kebijakan diharapkan terus mendorong perbaikan kesejahteraan masyarakat.








