BENGKULU, RBMEDIA.ID – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bengkulu terus menghadirkan inovasi dalam pengelolaan sampah berbasis pemberdayaan masyarakat.
Salah satu program terbaru yang kini mulai dikembangkan yakni budidaya maggot sebagai pakan alternatif ikan lele bernutrisi tinggi untuk membantu menekan angka stunting di Kota Bengkulu.
Program tersebut diperkenalkan dalam kegiatan pengabdian masyarakat melalui Program Kemitraan Wilayah yang digelar di Kantor Lurah Nusa Indah, Rabu 20 Mei 2026.
BACA JUGA: PAD Mukomuko Melejit, Opsen Pajak Kendaraan Tembus Rp8,9 Miliar
Melalui program ini, sampah organik rumah tangga akan diolah menjadi maggot atau larva lalat Black Soldier Fly yang kemudian dimanfaatkan sebagai pakan ikan lele.
Langkah tersebut dinilai menjadi solusi ganda karena tidak hanya membantu mengurangi volume sampah organik, tetapi juga menghasilkan sumber pakan murah dan kaya protein untuk budidaya perikanan masyarakat.
Kepala DLH Kota Bengkulu, Anshar Amin, mengatakan program budidaya maggot menjadi bagian dari upaya pemerintah membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih produktif dan berkelanjutan.
“Program ini bukan hanya soal pengelolaan sampah, tetapi bagaimana sampah organik bisa diubah menjadi sesuatu yang bernilai ekonomi dan bermanfaat bagi kesehatan masyarakat,” ujar Anshar Amin, dikutip dari RAKYATBENGKULU.COM.
Maggot Jadi Solusi Pengelolaan Sampah dan Gizi
DLH Kota Bengkulu menilai pemanfaatan maggot memiliki banyak manfaat karena mampu mengurai sampah organik lebih cepat dibanding metode konvensional.
Selain itu, maggot juga mengandung protein tinggi yang baik digunakan sebagai pakan ternak maupun ikan.
Dalam program tersebut, maggot hasil pengolahan sampah organik dimanfaatkan sebagai pakan budidaya ikan lele.
Penggunaan pakan alami ini dinilai mampu meningkatkan kualitas pertumbuhan ikan serta kandungan nutrisinya.
Menurut Anshar, hasil budidaya lele nantinya akan diarahkan menjadi bahan pangan bergizi yang dapat membantu memenuhi kebutuhan protein masyarakat, terutama bagi anak-anak.
“Penggunaan maggot sebagai pakan lele terbukti mampu meningkatkan kualitas dan kandungan nutrisi ikan. Ini menjadi langkah strategis untuk menghadirkan sumber protein murah dan sehat bagi masyarakat,” katanya.
BACA JUGA : Tak Perlu Deodoran Mahal! 7 Bahan Alami Ini Ampuh Hilangkan Bau Badan
Dorong Ekonomi Warga dan Tekan Stunting
Selain mendukung program kesehatan, budidaya maggot juga diharapkan membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.
DLH Kota Bengkulu mendorong kelompok masyarakat dan pelaku usaha kecil untuk mulai mengembangkan pengolahan sampah organik berbasis ekonomi produktif.
Program ini dinilai dapat membantu masyarakat memperoleh tambahan penghasilan melalui penjualan maggot maupun hasil budidaya ikan lele.
Di sisi lain, pemerintah juga berharap pemanfaatan pangan bergizi berbahan ikan lele dapat membantu menekan angka stunting yang masih menjadi perhatian di berbagai daerah.
DLH Kota Bengkulu menargetkan program tersebut terus berkembang menjadi gerakan bersama masyarakat dalam menciptakan lingkungan bersih sekaligus meningkatkan ketahanan pangan keluarga.
“Kami ingin program ini memberi dampak ganda, yakni lingkungan menjadi lebih bersih karena sampah organik berkurang, dan masyarakat mendapatkan akses pangan bergizi untuk mendukung tumbuh kembang anak,” tutup Anshar Amin.








