JAKARTA, RBMEDIA.ID – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyinggung persoalan serius mengenai praktik korupsi di Tanah Air yang dinilai merugikan negara hingga ratusan triliun rupiah setiap tahun.
Dalam kesempatan yang sama, ia juga berkelakar mengenai kecilnya penghasilan wartawan dibandingkan pemilik perusahaan media.
Korupsi Disebut Rugikan Negara hingga Ratusan Triliun
Dalam sambutannya pada Musyawarah Nasional VI Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Jakarta, Senin (29/9), Presiden Prabowo menegaskan bahwa korupsi menjadi salah satu masalah besar yang menghambat kemajuan bangsa.
BACA JUGA :Viral! Tokoh Agama Cabuli Anak Angkat dan Keponakan, Terancam 15 Tahun Penjara
Ia menyebut satu tindakan korupsi bisa menimbulkan kerugian sistemik yang nilainya mencapai triliunan rupiah.
“Begitu aku ngomong Rp2 triliun, ada yang geleng-geleng kepala aku ngomong begitu. Kalau saya cerita berapa ratus triliun uang negara yang hilang, hampir tiap tahun,” kata Presiden Prabowo dikutip dari Antaranews.com.
Menurutnya, praktik korupsi memang ada di banyak negara, namun situasi di Indonesia patut menjadi perhatian khusus.
“Setelah saya menjabat, saya kaget betapa parahnya praktik korupsi di negeri ini,” ucapnya.
Kepala Negara menegaskan tekadnya untuk membangun pemerintahan yang bersih.
Baginya, hanya dengan sistem pemerintahan yang bebas dari korupsi, Indonesia bisa bangkit dan mewujudkan kesejahteraan rakyat.
Wartawan Ikut Disinggung Soal Penghasilan
Di sela sambutannya, Presiden Prabowo sempat menyelipkan gurauan tentang wartawan yang hadir dalam acara tersebut.
Ia menekankan perlunya berhati-hati saat berbicara di depan publik, sebab banyak jurnalis yang mencatat setiap ucapannya.
Prabowo kemudian menyinggung kondisi penghasilan wartawan yang dinilai tidak sebanding dengan peran penting mereka.
“Saya yakin di dalam hatinya wartawan-wartawan sebetulnya apa yang saya ngomong, mereka merasakan, karena wartawan pun penghasilannya sedikit. Benar? Yang mungkin duitnya banyak, ya bos-bos kalian,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menuai respons beragam, namun juga dianggap mencerminkan perhatian Presiden terhadap kondisi kesejahteraan pekerja media.
Menurut Prabowo, profesi wartawan memiliki peran vital dalam menjaga demokrasi, sehingga perlu mendapat perhatian serius, termasuk dalam hal kesejahteraan.
BACA JUGA :Resmi! Selena Gomez dan Benny Blanco Melangkah ke Pelaminan di California
Tekad Tegakkan Pemerintah Bersih
Lebih lanjut, Presiden kembali menegaskan komitmennya untuk memberantas korupsi di semua lini pemerintahan.
Ia menilai langkah ini mutlak dilakukan agar Indonesia bisa mengoptimalkan potensi besar yang dimiliki bangsa.
“Dengan pemerintah yang bersih, kita bisa memperbaiki ekonomi, mengurangi kesenjangan, dan membawa bangsa ini ke arah yang lebih maju,” kata Prabowo menutup sambutannya.
Pernyataan Presiden ini sekaligus menjadi pesan bahwa pemberantasan korupsi tidak bisa ditawar.
Di sisi lain, gurauan soal wartawan juga menjadi pengingat bahwa kesejahteraan para pekerja media perlu mendapatkan perhatian dari semua pihak.








