JAKARTA, RBMEDIA.ID – Tak ada lagi juara karena hasil buruan paling berat! Velox Hunting Competition Online III-2025 kini menantang para pemburu sejati dengan aturan penilaian baru yang super ketat.
Panitia Kejurnas Berburu Hama Babi Hutan 2025 menegaskan, kemenangan tak lagi ditentukan dari berat hewan, melainkan dari akurasi dan kecepatan laporan hasil buruan.
Ketua Panitia, Brigjen Pol. Dr. Umar Surya Fana, S.I.K., M.H., mengatakan, sistem ini dirancang agar kompetisi lebih adil dan menantang.
“Menembak itu soal refleks, tapi di Velox Hunting peserta juga harus cepat dan cermat melapor,” tegas Brigjen Umar.
Penilaian Tak Lagi Berdasar Berat Terberat
Dalam aturan terbaru, juara kelas individu nasional ditentukan berdasarkan hasil buruan yang paling mendekati berat ideal, bukan yang paling berat.
BACA JUGA: Velox Hunting 2025: Ini Aturan Kelas Beregu yang Bikin Deg-degan!
Contohnya, jika target 100 kilogram, peserta dengan hasil 100,4 kilogram justru bisa menang karena paling presisi.
“Setiap gram punya arti besar. Ini lomba ketelitian, bukan sekadar tenaga,” kata Umar menambahkan.
Video Jadi Bukti Utama
Peserta wajib merekam proses penimbangan hasil buruan secara real-time menggunakan aplikasi time stamp yang menampilkan hari, tanggal, dan waktu perburuan.
Video wajib menunjukkan wajah pemburu, dilakukan tanpa jeda, dan dikirim hanya satu kali ke panitia melalui WhatsApp Velox Pemburu NKRI atau Telegram Velox Online III-2025.
Panitia menyarankan penggunaan Telegram, karena aplikasi ini mendukung pengiriman video berdurasi panjang tanpa kendala kapasitas.
Kecepatan Jadi Penentu Juara
Jika dua peserta mendapatkan hasil buruan dengan berat sama, pemenang ditentukan dari siapa yang lebih cepat mengirim video ke panitia.
Faktor sinyal kuat dan reaksi cepat menjadi sangat penting.
BACA JUGA: Ini Syarat Kejurnas Berburu Hama Babi Hutan 2025 Kelas Perorangan
Selain itu, hewan yang membusuk atau dibekukan otomatis didiskualifikasi, karena dianggap tidak layak dinilai.
Tantangan Sejati Pemburu Nasional
Menurut Brigjen Umar, sistem baru ini menguji kemampuan sejati para pemburu: refleks, kecepatan, dan sportivitas.
“Velox Hunting 2025 bukan sekadar lomba tembak, tapi ajang pembuktian siapa yang paling siap jadi legenda,” ujarnya menutup.
Dengan format baru ini, Kejurnas Berburu Hama Babi Hutan 2025 akan menjadi perburuan paling seru, adil, dan menantang bagi pemburu profesional di seluruh Indonesia.








