BENGKULU, RBMEDIA.ID – Maraknya aktivitas geng motor dan balap liar di Kota Bengkulu mendorong Polresta Bengkulu meningkatkan pengawasan dan membuka akses cepat bagi masyarakat untuk melapor.
Berdasarkan hasil pemantauan, sedikitnya 30 geng motor aktif diketahui beroperasi di sejumlah wilayah.
Kondisi ini membuat warga merasa resah dan menuntut langkah tegas dari aparat kepolisian.
Polresta Bengkulu Perketat Pengawasan Geng Motor dan Balap Liar
Kapolresta Bengkulu Kombes Pol Sudarno, S.Sos., M.H. menegaskan bahwa pihaknya tidak akan segan mengambil tindakan hukum terhadap pelaku kejahatan jalanan.
BACA JUGA :Polresta Bengkulu Tegas Berantas 30 Geng Motor dan Balap Liar
“Kalau 20 lebih, bahkan 30 geng motor mungkin ada, dan semuanya sudah kita pantau. Jika tertangkap dan terbukti melanggar hukum, maka akan kita tindak sesuai ketentuan yang berlaku. Kita tidak akan pandang bulu,” ujar Sudarno, dikutip dari KORANRB.ID, Kamis (9/10/2025).
Menurutnya, laporan dari masyarakat menjadi kunci penting dalam menekan aksi geng motor dan balap liar.
Oleh karena itu, Polresta Bengkulu mengimbau agar masyarakat segera melapor bila menemukan aktivitas mencurigakan di lingkungannya.
Warga Didorong Aktif Melapor Melalui Call Center 110
Sebagai upaya meningkatkan partisipasi publik, Polresta Bengkulu menyiapkan layanan cepat Call Center Polri 110.
Layanan ini memungkinkan warga melaporkan kejadian secara langsung tanpa harus datang ke kantor polisi.
Setiap laporan akan segera diteruskan ke satuan tugas terdekat untuk ditindaklanjuti.
“Kami terus mengimbau masyarakat agar aktif melapor. Jangan takut atau ragu jika melihat aksi geng motor atau balap liar. Gunakan layanan 110, petugas akan segera merespons,” tegas Sudarno.
Selain itu, Polresta juga memetakan tiga titik rawan balap liar yang kerap dijadikan lokasi adu kecepatan, yakni Jalan Raya Pariwisata di Pantai Panjang, Kelurahan Padang Jati, dan kawasan Danau Dendam Tak Sudah.
Ketiga area tersebut kini diawasi ketat, terutama pada malam akhir pekan.
“Untuk balap liar, kita sudah petakan titik-titik rawannya dan setiap Sabtu malam dilakukan pemantauan rutin,” tambahnya.
Langkah pengawasan ini dilakukan bersama satuan lalu lintas dan unit reserse untuk memastikan keamanan masyarakat tetap terjaga.
Koordinasi lintas satuan juga diperkuat agar penindakan dapat berjalan cepat dan efektif.
Peran Orang Tua dan Masyarakat Sangat Penting
Kombes Pol Sudarno juga mengingatkan bahwa pengawasan terhadap geng motor tidak hanya menjadi tugas kepolisian.
Ia menekankan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi anak-anak mereka agar tidak terlibat dalam kelompok berisiko tersebut.
“Kami minta orang tua lebih ketat mengawasi anak-anaknya. Jangan sampai mereka terpengaruh lingkungan yang salah,” katanya.
Menurutnya, pengawasan keluarga dan keaktifan warga dalam melapor akan menjadi faktor penting dalam menjaga keamanan kota.
“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Keamanan kota bisa tercapai kalau polisi dan masyarakat saling mendukung,” ujar Sudarno.
Dengan patroli rutin, layanan cepat 110, dan dukungan masyarakat, Polresta Bengkulu optimistis mampu menekan angka kenakalan remaja dan menciptakan lingkungan yang lebih aman.
Langkah-langkah preventif ini menjadi bentuk komitmen nyata Polresta Bengkulu dalam menjaga ketertiban serta menegakkan hukum tanpa pandang bulu.








