BENGKULU UTARA, RBMEDIA.ID – Bupati Bengkulu Utara, Arie Septia Adinata, SE, M.Ap, Minggu pagi (21/9), turun langsung menemui masyarakat korban longsor di Desa Talang Baru Ginting, Kecamatan Air Besi.
Dalam peristiwa tersebut, rumah milik Saunir ambruk sebagian setelah tertimpa material longsor.
Sang istri, Suharti, bahkan harus dilarikan ke rumah sakit karena tertimpa material beton dinding rumah.
Pemerintah Hadir di Tengah Warga Tertimpa Musibah
Bupati Arie melihat langsung kondisi rumah warga yang terdampak serta meninjau potensi bencana lanjutan yang mungkin terjadi.
Ia menegaskan bahwa kehadirannya bukan sekadar simbolis, melainkan bentuk nyata perhatian pemerintah.
“Selain ikut merasakan musibah tersebut, saya turun langsung sehingga bisa mengambil tindakan strategis dan bersifat tanggap darurat,” ujar Arie dikutip dari KORANRB.ID.
Bantuan Alat Berat dan Gotong Royong Warga
Dalam kunjungannya, Bupati Arie berdiskusi dengan warga mengenai kebutuhan mendesak untuk evakuasi material tanah yang menimbun rumah.
Ia memastikan pemerintah daerah akan menurunkan alat berat, meski ada bagian tertentu yang tetap membutuhkan gotong royong warga agar bangunan tidak rusak.
“Masyarakat membutuhkan alat berat untuk evakuasi material tanah dari rumah korban yang tertimbun longsor. Kita akan turunkan alat berat, namun tetap bergotong royong,” jelasnya.
Selain itu, pemerintah daerah juga akan menerjunkan pompa air untuk membantu membersihkan material.
Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama TNI dan Polri telah dikerahkan untuk mendukung penanganan.
“Jadi nantinya pemerintah daerah bergabung dengan masyarakat dan TNI-Polri yang ikut bergotong royong membantu korban,” tambahnya.
Pencegahan Longsor dan Bantuan Pangan
Tidak hanya fokus pada evakuasi, Bupati Arie juga meninjau langsung kondisi tebing tanah setinggi lebih dari 15 meter di belakang rumah korban.
Ia menginstruksikan agar tebing tersebut dipangkas menggunakan alat berat untuk mengurangi tingkat kecuraman dan mencegah longsor susulan.
“Kita lihat sendiri bagian tebing tanah sudah miring dan sangat berbahaya. Maka saya sudah minta alat berat untuk memangkas tebing,” tegas Arie.
BACA JUGA : Polres Tangkap Dua Kakek Pelaku Pencabulan, Polisi: Korban Alami Trauma Berat
Selain bantuan teknis, pemerintah daerah juga menyalurkan bantuan pangan bagi keluarga korban.
Menurutnya, penanganan bencana tidak boleh hanya sebatas evakuasi, tetapi juga memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi.
“Penanganan yang kita lakukan harus benar-benar memenuhi apa yang dibutuhkan korban. Pemerintah harus cepat, tepat, dan tidak boleh berlarut-larut,” tandasnya.
Seruan Waspada Memasuki Musim Hujan
Bupati Arie juga mengingatkan bahwa upaya pencegahan bencana merupakan tanggung jawab bersama.
Saat ini Pemda Bengkulu Utara terus melakukan langkah mitigasi, seperti normalisasi sungai dan menjaga kebersihan lingkungan.
“Saat ini sudah memasuki musim penghujan. Maka bukan hanya pemerintah yang melakukan pencegahan, tetapi masyarakat juga harus waspada dan aktif mencegah,” imbaunya.
Dengan langkah cepat tersebut, pemerintah berharap masyarakat terdampak segera pulih, sekaligus meminimalisir risiko bencana serupa di kemudian hari.








