LEBONG, RBMEDIA.ID – Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Seksi Wilayah I Bengkulu mengingatkan warga Kabupaten Lebong untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul beredarnya video penampakan harimau sumatra (Panthera tigris sumatrae) di Kecamatan Pinang Belapis.
Video Penampakan di Kebun Sawit
Kepala Seksi Wilayah I BKSDA Bengkulu, Said Jauhari, menyampaikan bahwa imbauan ini dikeluarkan setelah video yang diduga menampilkan harimau sumatra ramai di media sosial.
Rekaman itu diambil oleh seorang warga Desa Air Kopras saat sedang berburu babi di kebun sawit miliknya.
“Saat ini beredar video di media sosial tentang kemunculan harimau sumatra di wilayah Kecamatan Pinang Belapis, Kabupaten Lebong. Warga kami minta untuk mewaspadai kemunculannya,” ujar Said Jauhari dikutip dari Antaranews.com, Sabtu (20/9).
BACA JUGA : Hattrick Harry Kane Bawa Bayern Muenchen Tekuk Hoffenheim 4-1
Ia menambahkan, kemungkinan besar rekaman itu benar adanya karena lokasi penampakan berdekatan dengan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS).
Kawasan konservasi tersebut memang merupakan habitat alami harimau sumatra yang dilindungi.
Diduga Mencari Makan
Menurut Said, hingga kini pihak BKSDA belum menerima laporan resmi dari masyarakat terkait kemunculan satwa tersebut.
Namun, berdasarkan analisis awal, harimau tersebut bisa saja muncul karena sedang mencari mangsa atau sekadar melintas dari habitat aslinya.
“Kemunculan harimau sumatra di kebun warga ini diperkirakan karena berburu untuk mencari makan atau hanya lewat. Jadi warga perlu tetap berhati-hati,” jelasnya.
Ia menekankan bahwa masyarakat yang beraktivitas di kebun, terutama di area yang berbatasan langsung dengan TNKS, harus lebih waspada.
Jika ada penampakan kembali atau situasi yang dianggap mengancam, warga diminta segera melaporkan ke pihak BKSDA.
“Masyarakat diminta untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika beraktivitas di kebun yang berbatasan langsung dengan kawasan TNKS. Jika memang benar terlihat dan masyarakat merasa khawatir, silakan segera lapor ke BKSDA agar satwa tersebut dievakuasi ke tempat lainnya,” tambah Said.
BACA JUGA : Mutasi Besar-Besaran di Bengkulu Tengah, Bupati Pastikan Belum Usai
Pentingnya Laporan Masyarakat
BKSDA menegaskan bahwa partisipasi masyarakat sangat penting dalam upaya konservasi.
Dengan adanya laporan resmi, pihaknya dapat melakukan langkah-langkah evakuasi atau pengalihan satwa ke wilayah yang lebih aman, baik bagi warga maupun harimau itu sendiri.
Harimau sumatra merupakan satwa endemik yang masuk kategori kritis atau critically endangered menurut Daftar Merah IUCN.
Populasinya diperkirakan kurang dari 400 ekor di alam liar, sehingga setiap kemunculan harus dipantau secara serius.
Imbauan ini juga menjadi pengingat bahwa wilayah sekitar TNKS masih menjadi jalur perlintasan satwa liar.
Oleh karena itu, warga diminta menjaga jarak, tidak memprovokasi, dan segera mencari tempat aman jika kebetulan berhadapan dengan satwa buas tersebut.
Dengan langkah cepat dan kerja sama masyarakat, diharapkan interaksi antara manusia dan harimau sumatra bisa diminimalisir, sehingga keselamatan warga terjaga dan kelestarian satwa tetap terpelihara.








