BENGKULU, RBMEDIA.ID – Realisasi APBD Kabupaten Mukomuko tahun 2025 mencatat tren berbeda.
Pendapatan daerah tumbuh positif, namun belanja modal masih rendah.
Data Sistem Informasi Keuangan Daerah (SIKD) per 24 September 2025 mencatat pendapatan daerah sebesar Rp493,90 miliar atau 55,39 persen dari pagu Rp891,62 miliar.
PAD cukup menggembirakan dengan realisasi Rp36,61 miliar atau 53,13 persen.
BACA JUGA: Belanja Modal Seluma 2025 Seret, PAD Justru Moncer
Pajak daerah bahkan sudah menyentuh 93,20 persen dari target Rp28,83 miliar.
Sementara itu, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan melampaui target.
Realisasi Rp3,17 miliar, lebih tinggi dari pagu Rp2,89 miliar atau 109,95 persen.
Namun, di sisi belanja, realisasi masih tertinggal.
Total belanja daerah baru Rp375,07 miliar atau 39,81 persen dari Rp942,09 miliar.
BACA JUGA: Pendapatan Naik, Belanja Modal Kaur 2025 Masih Lesu
Belanja modal hanya Rp23,50 miliar atau 21,83 persen dari target Rp107,65 miliar.
Angka ini dinilai terlalu rendah dibanding kebutuhan pembangunan.
Belanja pegawai tetap mendominasi dengan realisasi Rp223,57 miliar atau 54,56 persen.
Belanja barang dan jasa baru 33,35 persen, sedangkan belanja hibah sangat kecil, hanya 1,97 persen.
Sementara itu, pembiayaan daerah belum berjalan.
Penerimaan pembiayaan Rp52,97 miliar dan pengeluaran Rp2,50 miliar masih nihil realisasi.
Kondisi ini menjadi tantangan serius bagi Pemkab Mukomuko.
Meski pendapatan daerah tumbuh positif, rendahnya belanja modal bisa memperlambat program pembangunan.








