BENGKULU, RBMEDIA.ID – Realisasi APBD Kabupaten Lebong 2025 masih menghadapi tantangan serius.
Pendapatan daerah tumbuh, tetapi belanja modal sangat rendah.
Data Sistem Informasi Keuangan Daerah (SIKD) per 24 September 2025 mencatat pendapatan daerah Rp377,79 miliar.
Angka ini baru 48,16 persen dari target Rp784,46 miliar.
BACA JUGA: Belanja Modal Mukomuko 2025 Rendah, PAD Tumbuh Positif
Pendapatan Asli Daerah (PAD) menorehkan capaian Rp34,27 miliar atau 51,71 persen.
Pajak daerah Rp5,59 miliar atau 36,51 persen. Sementara itu, retribusi daerah Rp11,48 miliar atau 38,29 persen.
Kinerja cukup positif terlihat pada hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, dengan realisasi Rp2,61 miliar atau 98,44 persen dari target.
Namun, belanja daerah masih tertinggal jauh.
Realisasi Rp304,68 miliar atau 38,06 persen dari pagu Rp800,45 miliar.
BACA JUGA: APBD Bengkulu Tengah 2025 Terserap 42 Persen
Belanja modal menjadi sorotan. Realisasi hanya Rp4,42 miliar atau 4,67 persen dari target Rp94,50 miliar.
Angka ini terendah dibandingkan pos belanja lain.
Belanja pegawai masih mendominasi. Realisasi Rp192,51 miliar atau 54,57 persen dari pagu Rp352,78 miliar.
Belanja barang dan jasa Rp78,22 miliar atau 34,80 persen.
Belanja hibah menunjukkan capaian lebih baik dengan realisasi 55,99 persen.
Namun belanja bantuan sosial hanya 7,69 persen, sementara belanja tidak terduga belum terpakai sama sekali.
Kondisi ini memberi sinyal kuat bahwa Pemkab Lebong harus mempercepat serapan anggaran,
khususnya pada belanja modal. Tanpa percepatan, program pembangunan dikhawatirkan tidak berjalan optimal.








