RBMEDIA.ID – Banjir yang melanda Kabupaten Lebong memunculkan fakta mengejutkan.
Peristiwa ini bukan sekadar akibat hujan deras.
Lebih dari itu, banjir disebut sebagai dampak kerusakan lingkungan yang lama terabaikan.
Hal ini disampaikan oleh Prof. Dr. Ir. Abdul Hamid, M.P., seorang peneliti kebijakan publik sekaligus putra daerah.
Ia menilai kondisi ini sudah masuk tahap darurat ekologis.
“Banjir yang melanda Lebong bukan sekadar akibat curah hujan tinggi. Ini adalah akumulasi dari kerusakan ekologi yang telah lama diabaikan,” tegasnya.
Menurut pria yang menjabat sebagai Peneliti Utama di Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Provinsi Jawa Timur ini, kerusakan hutan di wilayah hulu menjadi penyebab utama.








