RBMEDIA.ID, PURWAKARTA – Kasus pembunuhan dan pemerkosaan terhadap Dina Oktaviani (21) oleh Haryanto (27), warga Desa Wanawali, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Purwakarta, masih menyisakan duka mendalam bagi keluarga pelaku.
K (50), ayah Haryanto, mengaku tidak menyangka anak yang selama ini dikenal penurut dan rajin berubah menjadi pelaku kejahatan keji.
Pria paruh baya itu mendampingi petugas Satreskrim Polres Purwakarta saat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di rumah anaknya, Jumat (10/10/2025).
Dari balik garis polisi, K hanya bisa menatap muram rumah yang dulu menjadi tempat Haryanto membangun keluarga kecilnya bersama istri dan anak.
“Saya kecewa, soalnya perilaku Hery dari kecil sampai sekarang baik. Kenapa sekarang seperti itu,” kata K dengan suara lirih dikutip dari berbagai sumber.
BACA JUGA :Viral! Diterpa Isu Cek Mahar Rp 3 Miliar Palsu, Mbah Tarman dan Shela Pilih Bulan Madu
Sosok Haryanto di Mata Keluarga
Sejak kecil, Haryanto dikenal sebagai sosok yang penurut dan jarang membuat masalah. Ia tumbuh tanpa kehadiran ibu setelah orang tuanya bercerai.
Meski demikian, K menuturkan bahwa putranya selalu menunjukkan sikap bertanggung jawab dan lebih banyak menghabiskan waktu di rumah.
“Waktu dia belum punya istri jarang jauh, selalu bareng saya, pulang sekolah di rumah, gak pernah main,” ujar K.
Namun, perubahan mulai terlihat setelah Haryanto menikah dan memiliki seorang anak.
Ia menjadi lebih tertutup dan jarang bercerita tentang kehidupan rumah tangga maupun pekerjaannya.
Ayahnya mengira hal itu wajar karena sang anak sudah berumah tangga dan ingin mandiri.
“Dia gak pernah cerita masalah kerja atau ekonomi. Kalau ada masalah keuangan dan saya bisa bantu, ya saya bantu,” ungkap K.
K juga menepis kabar bahwa Haryanto memiliki banyak utang.
Ia hanya pernah mendengar bahwa anaknya sempat berencana mengajukan pinjaman ke bank.
“Saya cuma ngingetin kemampuannya, jangan sampai tidak bisa membayar. Tapi saya gak tahu kelanjutannya, jadi pinjam atau tidak,” tambahnya.
BACA JUGA :Viral! Pernikahan Mahar Rp3 Miliar di Pacitan, Polisi: Tidak Ada Unsur Penipuan
Keluarga Terpukul, Polisi Terus Dalami Motif
Haryanto diketahui telah tinggal di rumah tersebut bersama istri dan anaknya selama empat tahun terakhir.
Kini, rumah itu menjadi saksi bisu dari peristiwa tragis yang mengguncang masyarakat Purwakarta.
K mengaku sangat terpukul dengan kejadian ini.
Ia sulit menerima kenyataan bahwa anak yang dibesarkannya dengan penuh kasih justru tega menghilangkan nyawa orang lain.
“Syok banget, kaget. Saya gak nyangka sama sekali,” ujarnya lirih.
Sementara itu, pihak kepolisian masih terus mendalami motif di balik tindakan pelaku.
Polisi juga menegaskan akan memproses kasus ini sesuai hukum yang berlaku tanpa pandang bulu.
Kasus ini menjadi peringatan bahwa kejahatan bisa datang dari siapa saja, bahkan dari sosok yang sebelumnya dikenal baik.
K berharap keadilan ditegakkan dan keluarganya bisa belajar menerima kenyataan pahit ini dengan lapang dada.








