DENPASAR, RBMEDIA.ID -Banjir besar yang melanda Bali pada Rabu (10/9) meninggalkan duka mendalam bagi banyak keluarga.
Salah satunya dirasakan oleh keluarga Dedek Rio Adi Saputra (20), pemuda asal Denpasar yang meninggal dunia akibat terseret arus.
Kisah tragis itu disampaikan langsung oleh ayah korban, Roni Sunyoto, kepada Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka saat berkunjung ke rumah duka.
Kronologi Kejadian yang Mengharukan
Roni menceritakan bahwa putranya baru saja menghadiri acara Maulid Nabi bersama calon istrinya.
Usai acara, sekitar pukul 11 malam, Dedek Rio mengantarkan kekasihnya pulang ke kawasan Ubung.
BACA JUGA : Tanpa Skincare Mahal, Uap Beras Bantu Wajah Glowing
Setelah itu, ia memilih untuk menunggu hujan reda sambil menikmati kopi hingga pukul 01.00 WITA.
Namun, sejak pukul 03.00 WITA, komunikasi terputus.
“Pada pukul tiga dini hari, calon istri anak saya menelepon ibu korban, tetapi tidak diangkat karena sudah tertidur. Saat pagi hari kami coba hubungi balik, tidak ada jawaban,” jelas Roni dikutip dari Antaranews.com.
Keluarga akhirnya mencari keberadaan Dedek Rio di Ubung.
Di sana, mereka mendapat kabar mengejutkan.
Dedek Rio bersama calon istrinya dan calon mertuanya hanyut terbawa arus.
Dari ketiganya, hanya sang calon istri yang berhasil selamat.
Dedek Rio ditemukan meninggal dunia, sedangkan ayah calon istrinya hingga kini belum ditemukan.
Jenazah Dedek Rio akhirnya ditemukan pada Rabu sore sekitar pukul 16.30 WITA.
Setelah dibawa ke RS Prof Ngoerah, jenazah disemayamkan di Masjid Baitul Makmur sebelum dimakamkan keesokan harinya pada Kamis (11/9).
Respons Wapres Gibran di Rumah Duka
Dalam kunjungannya, Wapres Gibran mendengarkan dengan seksama penuturan ayah korban.
Ia kemudian meminta Wali Kota Denpasar untuk mendata kebutuhan keluarga korban dan menyiapkan bantuan yang diperlukan.
“Tidak ada bantuan langsung, hanya pendataan dulu. Kalau ada kebutuhan, nanti akan diurus oleh Wali Kota dan perangkat desa,” ujar Roni menirukan ucapan Wapres.
BACA JUGA : Suami Irish Bella Diterpa Isu Miring, Begini Respons Haldy Sabri
Kehadiran Gibran di rumah duka juga memberi sedikit penghiburan bagi keluarga yang ditinggalkan.
Ibunda Dedek Rio tak kuasa menahan tangis dan berharap agar bencana serupa tidak kembali menelan korban jiwa di Bali.
Sekitar 30 menit berada di lokasi, Gibran yang mengenakan kemeja putih berpamitan dan sempat menyapa warga sekitar.
Kunjungannya menunjukkan kepedulian pemerintah terhadap masyarakat yang terdampak langsung oleh bencana.
Peristiwa tragis yang menimpa Dedek Rio menjadi pengingat betapa besarnya risiko bencana banjir di Bali.
Selain meninggalkan duka, kejadian ini juga menegaskan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat dan pemerintah dalam menghadapi musim hujan yang ekstrem.
Dukungan moral dan perhatian dari pemerintah diharapkan bisa sedikit meringankan beban keluarga korban.








