BENGKULU, RBMEDIA.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sebagian besar wilayah Indonesia, termasuk Bengkulu, akan mengalami hujan ringan hingga sedang pada Selasa (7/10).
Kondisi ini menandai fase peralihan musim dari kemarau ke penghujan yang mulai dirasakan di berbagai daerah.
Prakirawan BMKG Ina Indah Hapsari menjelaskan bahwa sejumlah kota besar di Pulau Jawa dan Sumatera akan diselimuti awan tebal dan diguyur hujan dengan intensitas bervariasi.
“Di Pulau Jawa, Jakarta dan Bandung berpotensi hujan ringan, sementara Serang, Semarang, Yogyakarta, dan Surabaya akan diselimuti awan tebal,” jelasnya dalam siaran prakiraan cuaca di Jakarta.
BACA JUGA :Warga Dusun Besar Temukan Lansia Tergeletak Diduga Akhiri Hidup dengan Racun Rumput
Bengkulu dan Sumatera Siaga Cuaca Basah
Di Pulau Sumatera, beberapa wilayah yang berpotensi diguyur hujan ringan hingga sedang meliputi Bengkulu, Pekanbaru, Padang, Tanjung Pinang, Palembang, dan Pangkal Pinang.
BMKG juga mencatat potensi hujan deras disertai petir di wilayah Jambi dan Bandar Lampung.
Sementara itu, wilayah Aceh dan Medan diperkirakan hanya diselimuti awan tanpa potensi hujan yang signifikan.
BMKG mengimbau masyarakat Bengkulu dan sekitarnya untuk mewaspadai perubahan cuaca mendadak, terutama pada pagi hingga sore hari.
“Kondisi awan tebal disertai hujan lokal dapat terjadi sewaktu-waktu, terutama di daerah pesisir dan pegunungan,” terang Ina.
Selain Sumatera, wilayah Kalimantan juga mengalami kondisi serupa.
Kota Banjarmasin dan Pontianak diprakirakan diguyur hujan petir, sedangkan Palangkaraya dan Tanjung Selor mengalami hujan ringan.
Adapun Samarinda berpotensi berawan tebal sepanjang hari.
BNPB Imbau Pemda Bengkulu Tingkatkan Kesiapsiagaan
Menanggapi kondisi cuaca yang tidak menentu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengingatkan seluruh pemerintah daerah, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir dan bencana hidrometeorologi.
BACA JUGA :Pantai Panjang Punya Wajah Baru! Tugu Camkoha Jadi Lambang Semangat Bengkulu Melayani
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menjelaskan bahwa masa peralihan musim ini ditandai dengan curah hujan tinggi, petir, dan angin kencang yang dapat memicu bencana di wilayah rawan.
“Sejak akhir Agustus hingga awal Oktober, sebagian besar wilayah sudah memasuki peralihan musim. Fenomena ini sering menimbulkan hujan lebat disertai petir dan angin kencang,” katanya.
Abdul juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam memperkuat kesiapsiagaan bencana.
“Pembersihan saluran air, pemeriksaan pohon besar di sekitar permukiman. Serta kesiapan tempat evakuasi menjadi langkah penting dalam menghadapi cuaca ekstrem,” tambahnya.
BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau pembaruan cuaca melalui aplikasi BMKG yang diperbarui setiap tiga jam.
Dengan informasi yang akurat dan kewaspadaan tinggi, diharapkan potensi dampak dari cuaca ekstrem dapat diminimalkan.








