JAKARTA, RBMEDIA.ID –Peristiwa penjarahan rumah artis sekaligus anggota DPRD DKI Jakarta, Astrid Khairunisha atau Astrid Kuya, menjadi sorotan publik.
Meski kerugian yang dialami cukup besar, Astrid menegaskan dirinya sudah mengikhlaskan musibah tersebut dan berharap kejadian serupa tidak lagi menimpa orang lain.
Ikhlas dan Tetap Jalankan Tugas
Astrid menegaskan sikap lapang dada setelah rumahnya di kawasan Jakarta Timur dijarah massa pada Sabtu (30/8) malam.
“Kalau untuk masalah penjarahan, saya sudah benar-benar mengikhlaskan,” ujarnya, dikutip dari Antaranews.com, Rabu (3/9).
BACA JUGA :Misteri Tragis Indramayu, Lima Jenazah Satu Keluarga Terkubur dalam Satu Liang
Menurutnya, kehadirannya dalam rapat kerja Panitia Khusus (Pansus) Ranperda Penyelenggaraan Pendidikan DPRD DKI Jakarta menjadi bukti bahwa ia berusaha fokus kembali pada amanah masyarakat.
Astrid menyebut, meski keluarganya mengalami peristiwa tidak menyenangkan, dirinya tetap berkewajiban hadir membahas persoalan penting terkait pendidikan anak-anak.
“Saya ikhlas lahir batin. Makanya kenapa saya bisa hadir di sini. Dan memang tugas saya, kewajiban saya untuk berada di pansus ini,” tegasnya.
Harapan atas Barang yang Dijarah
Astrid juga menaruh harapan agar barang-barang yang dibawa massa bisa memberi manfaat bagi pihak yang mengambilnya.
Ia mengaku mencoba berpikir positif meski menyaksikan video viral yang memperlihatkan rumahnya dirusak dan dijarah hingga ke lantai dua.
“Saya selalu bilang ketika melihat video, yang mereka ambil itu bisa berguna buat mereka,” ungkap anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta tersebut.
Peristiwa penjarahan itu sendiri berlangsung cukup mencekam.
Massa merobohkan pagar rumah, menerobos masuk, dan mengambil berbagai barang berharga.
Dalam rekaman video yang beredar luas, terdengar suara teriakan “hancurkan” bersamaan dengan pecahan benda rumah tangga.
BACA JUGA :Polda Jabar Telusuri Aliran Dana di Balik Ricuh Aksi Bandung
Polisi Tangkap Pelaku
Sejauh ini, aparat kepolisian sudah menangkap belasan orang yang diduga terlibat dalam penjarahan rumah Uya Kuya dan Astrid Kuya.
Namun, polisi masih terus memburu aktor utama yang diduga menggerakkan massa hingga nekat menyerang rumah tersebut.
Pihak berwenang memastikan proses hukum tetap berjalan sesuai ketentuan.
Langkah ini dilakukan untuk memberikan rasa keadilan, sekaligus mencegah insiden serupa terulang di kemudian hari.
Fokus ke Pendidikan dan Masyarakat
Di tengah situasi sulit ini, Astrid memilih meneguhkan diri dengan tetap menjalankan tugasnya sebagai wakil rakyat.
Ia menekankan pentingnya pembahasan Ranperda Penyelenggaraan Pendidikan sebagai bentuk kepedulian terhadap masa depan generasi muda Jakarta.
Sementara itu, sang suami, Uya Kuya, sempat memberikan klarifikasi terkait video dirinya berjoget di Gedung DPR/MPR.
Ia menegaskan bahwa aksi tersebut tidak ada hubungannya dengan isu kenaikan tunjangan DPR, melainkan bentuk apresiasi terhadap musisi yang tampil saat itu.
Astrid berharap masyarakat dapat melihat musibah ini sebagai pelajaran bersama.
Ia menekankan pentingnya menjaga keamanan dan kedamaian, serta mengingatkan agar jangan sampai perbedaan pandangan politik atau sosial berujung pada tindakan anarkis.








