BENGKULU RBMEDIA.ID – Pemerintah Kota Bengkulu memaparkan arah kebijakan dalam Raperda APBD Perubahan (P-APBD) 2025.
Fokus utama diarahkan pada tiga sektor prioritas, yakni pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur.
Pj Sekda Kota Bengkulu, Tony Elfian, membacakan sambutan Walikota Dedy Wahyudi dalam paripurna DPRD Kota Bengkulu, Senin (22/9).
Paripurna dipimpin langsung Ketua DPRD Herimanto dan dihadiri para anggota dewan serta unsur Forkopimda.
BACA JUGA: 11 Guru Besar Ikut Penjaringan Rektor UINFAS 2026https://rbmedia.id/11-guru-besar-penjaringan-rektor-uinfas-2026/
“Belanja meningkat dari Rp1,355 triliun menjadi Rp1,399 triliun. Kenaikan ini diarahkan untuk sektor prioritas,” ujar Tony.
Fokus Pendidikan, Kesehatan, dan Infrastruktur
Dalam penjelasan itu, alokasi terbesar diarahkan ke sektor pendidikan sebesar Rp412,96 miliar.
Anggaran ini ditujukan untuk peningkatan kualitas guru, sarana prasarana sekolah, serta akses pendidikan yang merata.
“Pendidikan adalah investasi jangka panjang untuk mencetak generasi unggul dan berdaya saing,” jelas Tony.
BACA JUGA: Dedy Edukasi Pedagang Pantai Panjang Ramah Wisatawan
Sementara di bidang kesehatan, anggaran Rp112,87 miliar diprioritaskan memperkuat layanan dasar, fasilitas puskesmas, serta penanganan stunting dan gizi masyarakat.
Untuk infrastruktur, alokasi Rp174,93 miliar difokuskan pada perbaikan jalan, pembangunan drainase, dan fasilitas publik yang mendukung ekonomi rakyat.
Perhatian pada Persampahan
Tony menegaskan, pengelolaan sampah juga masuk prioritas.
Menurutnya, sampah adalah persoalan langsung yang dirasakan masyarakat setiap hari.
“Kita ingin meningkatkan sistem pengangkutan sampah, memperbaiki TPS, serta mendorong partisipasi masyarakat menjaga kebersihan kota,” paparnya.
Penerimaan Pembiayaan Naik Signifikan
Dari sisi pembiayaan, penerimaan meningkat dari Rp4,76 miliar menjadi Rp62,01 miliar.
BACA JUGA: Wisata Bengkulu Melejit, Kunjungan Naik 85 Persen
Peningkatan ini terutama bersumber dari Silpa 2024. Sementara pengeluaran pembiayaan ditetapkan Rp0, sehingga defisit anggaran bisa tertutup.
Tony juga menyampaikan pesan Walikota agar seluruh OPD melaksanakan anggaran dengan disiplin dan transparan.
Partisipasi masyarakat dalam pengawasan dianggap penting agar APBD memberi manfaat nyata.
“Walikota percaya DPRD akan membahas dan menyetujui P-APBD ini dengan semangat kebersamaan,” tutup Tony.
Rapat paripurna kemudian ditutup dan akan dilanjutkan Selasa (23/9) dengan agenda pandangan umum fraksi-fraksi DPRD Kota Bengkulu terkait Raperda P-APBD 2025.








