BENGKULU, RBMEDIA.ID – Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bengkulu Tengah Tahun 2025 baru menyentuh 42 persen per September 2025.
Dari total anggaran Rp965,96 miliar, belanja daerah yang sudah terserap senilai Rp407,34 miliar.
Belanja pegawai masih menjadi komponen terbesar dengan serapan Rp194,86 miliar atau 51,89 persen dari total pagu Rp375,51 miliar.
“Serapan APBD masih didominasi belanja pegawai, sementara belanja modal dan barang jasa relatif rendah,” ungkap laporan di Sistem Informasi Keuangan Daerah (SIKD) per 24 September 2025.
Untuk pendapatan daerah, tercatat Rp935,96 miliar dengan realisasi Rp396,51 miliar atau 42,36 persen.
Dari sisi Pendapatan Asli Daerah (PAD), terealisasi Rp25,61 miliar atau 52,15 persen.
PAD terbesar berasal dari pajak daerah yang sudah menyumbang Rp18,16 miliar dengan tingkat serapan 54,21 persen.
Sementara itu, retribusi daerah masih rendah, hanya Rp210 juta dari target Rp770 juta atau sekitar 27,16 persen.
Transfer dari pemerintah pusat tetap menjadi tulang punggung pendapatan daerah.
Realisasinya mencapai Rp362,01 miliar dari pagu Rp853,32 miliar atau 42,42 persen.
Di sisi belanja lain, hibah baru terserap Rp2,19 miliar dari total Rp9,08 miliar atau 24,15 persen.
Belanja bantuan sosial juga masih minim, hanya Rp10 juta dari target Rp150 juta atau 6,67 persen.
Sementara itu, belanja bantuan keuangan sudah mencapai Rp83,72 miliar dari pagu Rp159,94 miliar atau 52,35 persen.
Namun, belanja bagi hasil dan belanja tidak terduga sama sekali belum terserap.
Kondisi ini menunjukkan realisasi APBD Bengkulu Tengah 2025 masih perlu percepatan, khususnya pada sektor belanja modal dan barang jasa yang penting bagi pembangunan daerah.








