BENGKULU, RBMEDIA.ID – Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bengkulu Selatan Tahun 2025 mencapai 64,05 persen per September 2025.
Dari total anggaran Rp1,00 triliun, belanja yang terserap senilai Rp646,49 miliar.
Belanja pegawai masih mendominasi. Dari pagu Rp497,92 miliar, sudah terserap Rp321,45 miliar atau 64,56 persen.
“Belanja pegawai masih jadi penyerap terbesar. Namun belanja barang dan jasa serta belanja modal masih di bawah 50 persen,” tulis laporan SIKD per 24 September 2025.
BACA JUGA: APBD Bengkulu Tengah 2025 Terserap 42 Persen
Dari sisi pendapatan, target Rp984,77 miliar sudah terealisasi Rp654,25 miliar atau 66,44 persen.
Pendapatan Asli Daerah (PAD) tercatat Rp41,04 miliar atau 71,78 persen dari target Rp57,17 miliar.
Kontributor terbesar PAD adalah pajak daerah dengan realisasi Rp18,50 miliar atau 82,98 persen.
Retribusi daerah juga cukup tinggi, Rp1,17 miliar atau 70,80 persen.
Sementara itu, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan sudah menembus Rp2,06 miliar atau 87,14 persen.
BACA JUGA: APBD Provinsi Bengkulu 2025 Terserap 52 Persen per September
Transfer dari pemerintah pusat tetap menjadi sumber utama pendapatan.
Realisasinya Rp597,91 miliar atau 69,67 persen dari target Rp858,15 miliar.
Untuk belanja lainnya, belanja bantuan keuangan mencatat serapan tertinggi.
Dari pagu Rp165,34 miliar, sudah terealisasi Rp149,98 miliar atau 90,71 persen.
Belanja hibah juga tinggi dengan realisasi Rp18,03 miliar atau 84,20 persen.
Namun, belanja bantuan sosial dan belanja tidak terduga belum terealisasi hingga September.
Belanja bagi hasil pun masih rendah, hanya Rp130 juta dari target Rp2,84 miliar atau 4,61 persen.
Di sisi pembiayaan, penerimaan pembiayaan daerah tercatat 100 persen atau Rp24,53 miliar.
Angka ini berasal dari sisa lebih perhitungan anggaran tahun sebelumnya.
Secara keseluruhan, realisasi APBD Bengkulu Selatan 2025 menunjukkan capaian positif, terutama pada PAD dan bantuan keuangan.
Namun, belanja modal dan barang jasa perlu percepatan agar pembangunan daerah lebih optimal.








