KOLAKA TIMUR, RBMEDIA.ID – Warga Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, dikejutkan dengan peristiwa tragis yang menimpa seorang bocah perempuan berinisial MZA (10).
Ia tewas setelah digorok oleh seorang remaja berinisial RH (18) pada Jumat (5/9).
Kejadian ini tidak hanya menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban, tetapi juga memicu kemarahan masyarakat sekitar.
Tangis dan Amarah Orang Tua Korban
Suasana haru dan emosi mewarnai perjalanan jenazah MZA di dalam ambulans menuju rumah duka.
Dalam sebuah video yang beredar luas di media sosial, kedua orang tua korban terlihat tak kuasa menahan perasaan mereka.
Sang ibu memeluk jasad anaknya sambil menangis histeris, sementara sang ayah meluapkan amarahnya kepada pelaku.
BACA JUGA : Tragedi Kolaka Timur, Bocah Perempuan 10 Tahun Tewas Saat Hendak Mengaji
“Hei, kau potong lehernya anakku sampai putus. Biarpun kau ke mana, saya cari kau. Ingat kau baik-baik itu,” teriak ayah korban dalam rekaman tersebut yang diposting ulang di Instagram kolakaupdate.
Ia juga menegaskan bahwa anaknya tidak pernah berbuat salah terhadap pelaku.
“Anakku tidak pernah apa-apa itu sama kau. Baru kau kasih begini anakku. Dia cuma pergi itu menuntut yang namanya agama,” lanjutnya dengan penuh emosi.
Ungkapan hati orang tua MZA menggambarkan betapa besarnya luka dan kehilangan yang dialami keluarga.
MZA diketahui baru saja berangkat mengaji bersama adiknya ketika insiden ini terjadi.
Kronologi Kejadian Menurut Polisi
Kasi Humas Polres Kolaka Timur, Iptu Irwan Pansha, menjelaskan kronologi peristiwa nahas tersebut.
Menurutnya, korban bersama adiknya hendak menuju tempat mengaji ketika dihadang oleh RH yang membawa parang.
“Korban bersama adiknya ini mau pergi mengaji, lalu dihadang oleh pelaku. Korban dihadang menggunakan parang,” jelas Irwan dalam keterangannya.
MZA sempat berusaha melarikan diri ke dalam kebun warga. Namun, usahanya tidak berhasil.
Pelaku berhasil mengejar dan kemudian menggorok leher korban dengan parang hingga meninggal dunia di tempat.
Adik korban yang menyaksikan kejadian itu selamat, namun masih berada dalam kondisi trauma mendalam.
BACA JUGA : Maroko Ukir Sejarah, Jadi Negara Afrika Pertama Lolos ke Piala Dunia 2026
Motif dan Penangkapan Pelaku
Polisi bergerak cepat melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap RH tidak lama setelah kejadian.
Dari hasil pemeriksaan, pelaku mengaku melakukan aksinya karena dendam terhadap korban.
“Tersangka ini diduga dendam dengan perkataan korban karena sering mengejek,” ungkap Irwan.
Keterangan tersebut menambah sorotan tajam publik terhadap kasus ini.
Banyak pihak menilai bahwa faktor dendam sepele tidak sebanding dengan keji dan brutalnya tindakan pelaku.
Kini, RH sudah diamankan dan akan menjalani proses hukum sesuai perbuatannya.
Polisi masih terus mendalami kasus ini untuk memastikan tidak ada motif lain yang melatarbelakanginya.
Luka Mendalam Bagi Masyarakat
Tragedi ini menjadi pengingat betapa pentingnya peran keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam menanamkan nilai toleransi serta mengendalikan emosi di kalangan remaja.
Kehilangan MZA bukan hanya duka keluarga, melainkan juga luka kolektif bagi masyarakat Kolaka Timur.
Masyarakat berharap aparat penegak hukum memberikan hukuman seberat-beratnya kepada pelaku agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.








