KEDIRI, RBMEDIA.ID –Pos Pengamatan Gunung Kelud, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri, melaporkan hilangnya alat pemantau gunung api yang nilainya mencapai Rp1,5 miliar.
Peristiwa ini diduga terjadi akibat pencurian, dan kini mengganggu sistem pemantauan aktivitas Gunung Kelud (1.731 mdpl).
Awal Kejadian dan Kronologi
Pengamat Gunung Kelud, Budi Prianto, menjelaskan insiden tersebut pertama kali diketahui pada 8 September 2025.
Saat itu, alat tidak lagi mengirimkan data ke pusat pemantauan.
“Biasanya jika ada kendala, penyebabnya karena aki lemah atau kekurangan sinar matahari. Namun setelah dicek, ternyata peralatannya benar-benar hilang,” ujarnya dikutip dari Antaranews.com, Rabu.
BACA JUGA : Piala Dunia 2026: 18 Negara Pastikan Tiket, Asia Catat Sejarah Baru
Alat pemantau yang berada di Desa Ngaringan, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, sejatinya sudah dilindungi pagar serta dilengkapi papan peringatan.
Dalam papan tersebut tertera ancaman denda hingga Rp500 juta dan hukuman penjara lima tahun bagi siapa pun yang merusak atau mengganggu.
Meski begitu, pencurian tetap terjadi.
Adapun barang-barang yang hilang di antaranya enam unit aki, penangkal petir, perangkat Seismik Broadband Certimus beserta kabel, serta sejumlah perlengkapan lainnya.
Dampak Terhadap Pemantauan Gunung Kelud
Menurut Budi, peralatan tersebut sangat penting karena berfungsi merekam getaran gempa serta mendeteksi pergeseran tanah.
Ia menegaskan kehilangan alat ini tidak hanya berdampak pada kerugian materiil, tetapi juga pada data penting yang seharusnya terekam.
“Kerugian bukan hanya dari sisi harga yang mencapai miliaran rupiah, tetapi juga dari sisi data pemantauan yang sangat vital,” tegasnya.
Budi menambahkan, lokasi titik pemasangan sebenarnya cukup sulit diakses masyarakat umum.
Jalurnya berada dekat dengan pendakian Situs Gadungan, sehingga hanya pendaki berpengalaman yang terbiasa melewati area tersebut.
Ia juga mengungkapkan bahwa pencurian seperti ini baru pertama kali terjadi di kawasan pemantauan Gunung Kelud.
Laporan ke Pihak Berwenang
Kasus ini sudah dilaporkan ke Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Bandung.
BACA JUGA : Darurat Kekerasan Anak di Kepahiang, 13 Kasus Seksual Terkuak
Selain itu, laporan juga disampaikan ke Polsek Gandusari, Kabupaten Blitar, mengingat lokasi kejadian berada di wilayah tersebut.
Secara keseluruhan, terdapat sembilan unit alat pemantau aktivitas Gunung Kelud yang tersebar di berbagai titik, termasuk di Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, serta Desa Besowo, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri.
Alat yang dicuri merupakan salah satu perangkat baru yang dipasang pada tahun lalu.
Dengan adanya pencurian ini, proses pemantauan aktivitas vulkanik Gunung Kelud menjadi tidak optimal.
Padahal, alat tersebut memiliki peran strategis dalam mendukung mitigasi bencana dan keselamatan masyarakat di sekitar gunung berapi.
“Harapannya, kejadian ini dapat segera diusut tuntas sehingga peralatan bisa diganti dan pemantauan berjalan normal kembali,” kata Budi menutup pernyataannya.








