BENGKULU, RBMEDIA.ID – Kasus keracunan massal akibat menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Lebong yang sempat menggemparkan publik kini berakhir dengan kabar baik.
Lebih dari 500 pelajar yang terdampak telah pulih sepenuhnya dan kembali mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) seperti biasa.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Lebong, dr. Eni Efriyani, menegaskan bahwa seluruh pasien yang sebelumnya dirawat sudah dalam kondisi normal.
Ia menyebut kesigapan tenaga medis menjadi kunci keberhasilan dalam menangani kasus luar biasa ini.
“Alhamdulillah, salah satu ujian besar di bidang kesehatan yang terjadi di Lebong dapat terselesaikan dengan baik, tentunya berkat kerja sama semua pihak,” ujar dr. Eni, dikutip dari KORANRB.ID Senin (1/9).
Selain RSUD Lebong, penanganan kasus ini juga melibatkan Polres Lebong, Dinas Kesehatan, serta dukungan masyarakat.
Hasilnya, dalam waktu lima hari sejak kejadian pada Rabu (27/8), ratusan pelajar yang sebelumnya mengeluhkan gejala keracunan sudah dipastikan sehat tanpa gangguan lanjutan.
BACA JUGA :Potret Kemiskinan di Kepahiang, Keluarga Klores Bertahan di Gubuk Reyot
Biaya Pengobatan Digratiskan
Pemerintah Kabupaten Lebong menunjukkan kepedulian nyata dengan membebaskan seluruh biaya pengobatan bagi korban.
Keputusan ini, menurut dr. Eni, sesuai instruksi langsung dari Bupati agar tidak ada pungutan dalam bentuk apapun kepada pasien.
“Pelayanan maksimal sudah menjadi komitmen kami. Instruksi dari Pemkab jelas, penanganan korban tidak boleh ada pungutan. Semua harus ditangani secara cepat dan gratis,” tegasnya.
Langkah ini mendapat apresiasi luas dari keluarga korban.
Banyak orang tua pelajar merasa lega karena selain kesehatan anak mereka pulih, tidak ada beban tambahan dalam bentuk biaya medis.
Antusiasme masyarakat juga terlihat dari dukungan yang diberikan kepada pihak rumah sakit dan pemerintah daerah.
Bupati Minta Evaluasi Program MBG
Bupati Lebong, H. Azhari, SH, MH, memberikan apresiasi kepada seluruh tenaga kesehatan yang telah bekerja siang dan malam untuk memastikan keselamatan para pelajar.
Ia menilai, meski kasus ini merupakan kejadian keracunan massal terbesar secara nasional, namun penanganannya berjalan optimal.
“Terima kasih saya sampaikan kepada semua pihak, terkhusus tenaga medis RSUD Lebong, yang telah bekerja maksimal dalam menangani para korban keracunan MBG,” ucap Bupati.
Namun, Azhari juga mengingatkan agar kasus serupa tidak terulang di masa mendatang.
BACA JUGA :Enam Provokator Kerusuhan Pelajar Dibekuk, Polda Metro Jaya Beberkan Peran Tersangka
Ia menegaskan perlunya evaluasi mendalam terhadap mekanisme penyediaan menu MBG, baik dari sisi pengawasan distribusi maupun kualitas makanan yang diberikan.
“Ke depan, penyelenggaraan MBG harus lebih ketat pengawasannya. Tanpa kerja sama semua pihak, program sebesar ini akan sangat rawan menimbulkan masalah,” tambahnya.
Dengan berakhirnya kasus ini, Pemkab Lebong berkomitmen memperbaiki sistem penyelenggaraan MBG.
Harapannya, program ini tetap dapat menjadi solusi pemenuhan gizi pelajar, sekaligus berjalan aman tanpa mengulangi peristiwa serupa.








