BENGKULU, RBMEDIA.ID – Peredaran uang palsu kembali jadi sorotan.
Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bengkulu menemukan 463 lembar uang palsu sepanjang triwulan II 2025.
Angka ini meningkat 112% dibanding periode yang sama tahun lalu.
BACA JUGA: Rp38 Miliar Uang Rusak Dimusnahkan BI Bengkulu
Pada triwulan I 2025, hanya tercatat 299 lembar temuan.
Didominasi Pecahan Besar
Temuan uang palsu di Bengkulu kali ini mayoritas berupa pecahan besar.
Seperti ditriwulan I 2025, dari total 299 lembar, pecahan Rp100 ribu mendominasi dengan 180 lembar.
Disusul pecahan Rp50 ribu sebanyak 113 lembar.
Sementara itu, uang pecahan Rp20 ribu tercatat 4 lembar, dan Rp10 ribu sebanyak 2 lembar.
Upaya Tingkatkan Keamanan Transaksi
BI Bengkulu menegaskan, klarifikasi temuan uang palsu adalah bagian dari menjaga keamanan transaksi tunai.
Kewaspadaan ini penting untuk melindungi masyarakat dari kerugian.
BACA JUGA: Ekonomi Bengkulu 2025 Diprediksi Tumbuh Hingga 5,2%
Selain itu, BI aktif melakukan sosialisasi melalui kampanye Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah.
Edukasi ini digencarkan dalam berbagai kegiatan publik.
Kegiatan Penukaran Uang
Tak hanya itu, pada triwulan I 2025, BI Bengkulu juga menggelar penukaran uang.
Langkah ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, khususnya saat Ramadhan dan Idul Fitri.
Rangkaian kegiatan ini sekaligus menjadi ajang sosialisasi mengenai cara mengenali keaslian uang.
Dengan begitu, masyarakat semakin sadar pentingnya menjaga Rupiah.
Bagian dari Laporan Ekonomi Bengkulu
Seluruh data tersebut tercatat dalam Laporan Perekonomian Provinsi Bengkulu Agustus 2025 yang diterbitkan oleh BI Bengkulu.
Upaya ini diharapkan dapat menekan peredaran uang palsu dan meningkatkan literasi keuangan masyarakat.








