Dengan cara ini, alokasi dana lebih terarah sehingga risiko kehabisan uang di tengah jalan bisa dihindari.
BACA JUGA :Wapres Gibran Jenguk Korban Bentrokan Massa
Selain itu, menuliskan daftar kebutuhan dan memisahkan anggaran sejak awal bulan juga efektif.
Misalnya, 50 persen dari gaji untuk kebutuhan sehari-hari, 30 persen untuk hiburan atau gaya hidup, dan 20 persen untuk tabungan atau dana darurat.
Pembagian sederhana ini membantu anak muda tetap merasa bebas menikmati hidup, tetapi tetap aman secara finansial.
Kurangi Pengeluaran Tidak Penting
Di akhir bulan, setiap rupiah menjadi sangat berarti. Oleh karena itu, mengurangi pengeluaran tidak penting menjadi langkah wajib.