BENGKULU, RBMEDIA.ID – Jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya foto menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Lebong Provinsi Bengkulu.
Menu yang terdiri atas mie, bakso, sayuran dan tahu itu ramai diperbincangkan lantaran diduga menjadi pemicu keracunan massal ratusan pelajar pada Rabu.
Unggahan warganet yang memperlihatkan menu MBG tersebut langsung menuai sorotan publik.
Banyak yang mempertanyakan standar kebersihan, kualitas bahan makanan, hingga sistem distribusi program MBG yang berjalan di Lebong ini.
Di lapangan, dampaknya begitu terasa.
Sedikitnya nyaris 300 siswa dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari PAUD, TK, SD hingga SMP, terpaksa dilarikan ke puskesmas dan RSUD Lebong.
Mereka mengalami gejala mual, muntah, hingga pusing setelah menyantap makanan yang dibagikan di sekolah masing-masing.
Situasi darurat ini membuat personel Polres Lebong turun tangan.
Polisi tidak hanya berjaga di ruang perawatan, tetapi juga berpatroli untuk memastikan keamanan sekaligus membantu penanganan medis.
Pihak RSUD Lebong telah mengirimkan sampel muntahan siswa serta sisa makanan ke BPOM Bengkulu untuk diuji.
BACA JUGA: 5 Cara Mengembalikan File yang Terhapus di HP dengan Mudah, Termasuk Backup Rutin
Hasil pemeriksaan laboratorium nantinya akan memastikan apakah keracunan dipicu makanan basi, kadaluwarsa, atau faktor kontaminasi lain.
“Sampel muntahan siswa dan sisa makanan telah dikirim ke BPOM Bengkulu untuk diperiksa. Ini untuk memastikan apakah keracunan dipicu makanan basi, kadaluwarsa, atau faktor lain,” kata Kabid Pelayanan Medis dan Keperawatan RSUD Lebong, Gian Septhayudi dikutip Antaranews.com.
Menanggapi kejadian ini, Gubernur Bengkulu Helmi Hasan meminta investigasi cepat dan menyeluruh.
Ia menegaskan bahwa peristiwa semacam ini tidak seharusnya terjadi bila seluruh prosedur dijalankan sesuai aturan.
“Ini harus menjadi pembelajaran penting bagi kita semua,” tegas Helmi.
Helmi juga meminta keluarga korban tetap tabah, serta memastikan tenaga medis memberikan pelayanan maksimal.
Armada ambulans gratis pun diperintahkan siaga penuh untuk mendukung proses penanganan.