2. Meningkatkan PAD dengan menggali sumber baru dan memaksimalkan sektor andalan.
3. Membangun komunikasi dengan provinsi dan pusat untuk menambah DAU/DAK, dana transfer, dan bantuan lain demi mendukung pembangunan.
“Keputusan ini memang tidak populis jika dilihat dari angka, tapi jika dimaknai sebagai rasa cinta pada Kota Bengkulu, pasti akan dipahami dengan bijak,” tutup Kusmito Gunawan.
Melalui desakan ini, publik berharap Pemkot Bengkulu dapat lebih bijak dalam mengelola anggaran.
Transparansi dan efisiensi belanja pegawai diharapkan mampu memberi ruang lebih besar bagi pembangunan dan kesejahteraan rakyat.