Sayangnya, karena minimnya literasi digital, korban gagal mengenali tanda-tanda penipuan sejak awal.
Kasus love scamming makin marak bukan hanya karena kecanggihan teknologi, tetapi juga karena kerentanan manusia secara emosional dan lemahnya literasi digital.
Media sosial membuka banyak peluang untuk berkenalan, namun tanpa kewaspadaan, peluang itu bisa berubah menjadi jebakan.
Karena itu, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan, menggunakan logika saat menjalin hubungan online, dan tidak mudah memberikan informasi pribadi.