Dengan foto menarik dan profil palsu, pelaku dapat menipu orang lain tanpa harus menunjukkan wajah asli.
BACA JUGA:Waspada Love Scamming di Media Sosial, Jangan Sampai Jadi Korban
Transisi dari pertemanan daring menuju hubungan yang lebih personal berlangsung cepat karena media sosial memberi ruang komunikasi intens setiap hari.
Selain itu, aplikasi pesan instan mendukung komunikasi tanpa batas.
Pelaku bisa terus menghubungi target kapan saja, sehingga korban merasa dihargai dan diperhatikan.
Situasi ini secara perlahan membangun kepercayaan, yang kemudian dimanfaatkan untuk tujuan penipuan.
Kerentanan Emosional dan Psikologis
Faktor lain yang membuat love scamming tumbuh adalah kondisi emosional korban.