BENGKULU, RBMEDIA.ID –Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bengkulu mencatat total 103 kasus HIV/AIDS sepanjang tahun 2025.
Dari jumlah tersebut, Kota Bengkulu menjadi penyumbang terbesar dengan 70 kasus.
Kota Bengkulu Dominasi Kasus
Plt. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, Edriwan Mansyur, menegaskan bahwa ancaman penyebaran HIV/AIDS masih membayangi wilayah ini dan perlu mendapat perhatian serius.
“Selain Kota Bengkulu, kasus juga terdata di Kabupaten Rejang Lebong sebanyak 8 kasus, Bengkulu Utara dan Mukomuko masing-masing 7 kasus, Bengkulu Selatan dan Lebong masing-masing 6 kasus, serta di Kepahiang 5 kasus,” jelas Edriwan dikutip dari KORANRB.ID, Jumat (19/9).
Edriwan menekankan bahwa angka ini menunjukkan perlunya kesadaran masyarakat untuk lebih peduli menjaga kesehatan.
Menurutnya, pasien yang terinfeksi harus segera mendatangi layanan kesehatan agar mendapatkan perawatan yang tepat.
“Penderita harus memiliki kesadaran untuk mendatangi layanan kesehatan dan menerima perawatan. Dengan begitu, kualitas hidup mereka bisa tetap terjaga,” tambahnya.
Upaya Pencegahan dan Edukasi
Dinkes Bengkulu menyebut langkah pencegahan paling efektif adalah dengan menghindari perilaku seks bebas dan seks menyimpang.
Selain itu, masyarakat didorong menjalani pola hidup sehat serta rutin memeriksakan diri bila merasa berisiko.
“Dengan meningkatkan pola hidup sehat serta membatasi diri, kontrol sosial teramat dibutuhkan untuk meminimalisir angka HIV yang kian bertambah setiap waktu. Ini fenomena gunung es,” kata Edriwan.
Ia menilai kesadaran kolektif harus dibangun agar masyarakat lebih terbuka dalam mengakses layanan kesehatan.
Hal ini penting karena keterlambatan diagnosis dapat memperburuk kondisi pasien sekaligus meningkatkan risiko penularan.
Peran Masyarakat dan Kolaborasi
Melihat tren peningkatan kasus, Dinkes Bengkulu mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama memutus rantai penularan HIV/AIDS.
Upaya kolaboratif, menurut Edriwan, tidak hanya melibatkan tenaga kesehatan, tetapi juga keluarga, tokoh masyarakat, serta lembaga pendidikan.
BACA JUGA : Hasan Nasbi Resmi Jadi Komisaris Pertamina, Usai Lepas Jabatan di Istana
“Semua pihak harus ikut berperan. Tidak bisa hanya mengandalkan tenaga kesehatan. Kesadaran masyarakat menjadi kunci agar angka kasus HIV tidak terus bertambah,” tegasnya.
Pemerintah daerah juga berkomitmen memperluas jangkauan layanan kesehatan yang ramah dan mudah diakses oleh masyarakat berisiko.
Program penyuluhan dan edukasi akan terus digencarkan, termasuk kampanye pola hidup sehat di sekolah-sekolah dan komunitas.
Dengan langkah ini, Dinkes Bengkulu berharap angka kasus HIV/AIDS dapat ditekan, sekaligus memberikan harapan bagi para penderita untuk tetap menjalani hidup dengan kualitas yang baik.








